Showing posts with label Kabupaten Malang. Show all posts
Showing posts with label Kabupaten Malang. Show all posts

Pra Acara Bersih Desa

Dsn Kasin Desa Jombok Kecamatan Ngatang
Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri


Senin malam tanggal 14 Nopember 2011, masyarakat dusun Kasin Desa Jombok Kecamatan Ngantang berkumpul bersama melaksanakan Pengajian Pancasila. Acara tersebut merupakan Pra Acara Bersih Desa dan menjadi salah satu rangkaian dari acara bersih desa yang akan dilaksanakan di Desa Jombok.

Djati Kusumo sebagai pengisi acara pengajian ini menyampaikan tentang besarnya arti berkehidupan berpancasila, dimana dengan Pancasila yang digali dari keluhuran budaya bangsa Indonesia sejak jaman nenek moyang bangsa Indonesia yang menekankan hidup rukun damai saling menghormati dan menghargai, serta ketulusan dalam tolong menolon yang diwujudkan pada pola gotong royong.

Dalam salah satu bagian ceramah tersebut membahas tentang tindakan yang Bener, Pinter dan Pener yang isinya adalah 

Bener Sak karepe Dhewe
Bener menuruti kehendak sendiri tidak perduli dengan aturan baik lingkungan ataupun peratutan pemerintah, bener ini menurut diri sendiri.
Bener mungguhing Golongan
Adalah kebenaran yang bisa di pahami dan diterima oleh golongannya sendiri, yang belum tentu bisa diterima oleh kelompok lain

Bener mungguhing Negara
Sebagai anggota masyarakat bangsa Indonesia yang harus tunduk kepada aturan negara maka ini yang harus kita jalankan. Karena NKRI yang berlandaskan Pancasila maka semua tindakan kita tidak boleh menyimpang dari Pancasila. Negara melindungi semua golongan baik yang mayoritas maupun minoritas.

Bener mungguhing Gusti
Ini yang paling utama, Hukum-hukum Negara, haruslah mencerminkan nilai-nilai kebenaran Kehidupan yang terdapat dalam Pancasila, karena dalam Pancasila mencerminkan sifat Tuhan. Contoh kemanusiaan yang adil dan beradab Tuhan tidak membeda-bedakan semua makhluk ciptaanNya. Semua adalah sama di mataNya. Persatuan Indonesa, dengan maha pengasihNya tidak mungkin adanya ajaran saling membenci,



Pesan Tersirat :
http://elangnusantara.wordpress.com/2011/01/03/hidup-di-jalan-yang-benar-dalam-falsafah-hidup-orang-jawa/

Check Co

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Pra Acara Bersih Desa

Tiga Acara Peringatan di Wagir

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Bertempat di pertigaan Dusun Kenogo Desa SumberSuko Kecamatan Wagir, bersama masyarakat desa yang melaksanakan 3 acara peringatan yaitu HUR Kemerdekaan ke-66 Republik Indonesia, Halal bi Halal dan penyongsong peringatan Sumpah Pemuda yang di adakan pada hari Minggu dan Senin tanggal 9 dan 10 Oktober 2011.

Didalam acara hari minggu malam diisi dengan ceramah budaya dan agama, penceramah budaya Djati Kusumo memberikan pencerahan tentang kewajiban warga negara untuk membangun negeri, dan dalam ceramah yang disampaikan diingatkan kepada para pemuda dan pemudi Desa Sumber Suko yang telah di sekolahkan oleh orang tuanya di kota dan lulus untuk kembali ke desanya untuk meningkatkan pembangunan di tanah kelahirannya.
Penceramah ke-dua Abd Azis menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, untuk itu manusia diciptakan untuk saling melengkapi dalam mengelola dunia. Disampaikan pula pentingnya rasa persatuan dan kesatuan dalam mengisi kemerdekaan dan masyarakat diingatkan bahwa Indonesia merdeka bukan hanya diperjuangkan oleh orang jawa saja, kalimantan saja, beragama Islam saja, Hindu saja tetapi Indonesia merdeka karena bersatunya rakyat dari Sabang hingga merauke dengan berbagai suku, ras agama,

Pesan Tersirat :

Checkkat desa

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Tiga Acara Peringatan di Wagir

MENYAMBUT HARI SUMPAH PEMUDA



Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Minggu malam tanggal 2 Oktober 2011, lapangan desa Karang duren terang bensderang dengan diadakannya acara Menyambut hari Sumpah Pemuda, dengan tema "Dengan semangat Sumpah Pemuda, Perkokoh kesatuan dan persatuan demi tegaknya NKRI"

Acara yang dimulai pukul 19.45 ini sebagai mana biasa diawali dengan Menyanyika lagu "Indonesia Raya", karena terkait dengan peringatan hari sumpah pemuda maka dilanjutkan dengan menyanyikan lagu "Satu nusa satu bangsa" dan pembacaan teks Sumpah Pemuda


Duryat Wahyudi selaku ketua pelaksana pada pidatonya mengingatkan bahwa pentingya persatuan dan kesatuan, karena kurang bersatunya bangsa Indonesia, maka pergerakan perjuangan dari Cut Nyak Din, Pangeran Diponegoro, Hassanudin dan sebagainya tidak dapat mencapai hasil maksimal.

Acara gebyak Kuda lumping dapat menyerap dan memukau para penonton sehinga selesai, harapan dari pelaksana kegiatan berupa penanaman jiwa kebangsaan dapat tercapai dalam acara tersebut dengan cara menyisipkan Kesenian tradisional.

Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … MENYAMBUT HARI SUMPAH PEMUDA

Halal bi Halal di Gedung Nasionalis Gelanggang

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

PAC Gerindra Pakisaji pada hari minggu 11 September 2011 bertempat di Gedung Nasionalis desa Glanggang kecamatan Pakisaji mengadakan kegiatan Halal bi Halal. Dalam acara yang dihadiri oleh 33 PAC Gerindra, DPC Gerindra Kabupaten Malang, beberapa pengurus partai PDI Perjuangan, PKNU, PKB dan Tokoh Nasionalis Djati Kusumo. Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 ini diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Sambutan, Siraman rohani halal bihalal dan review tentang isu politik diakhiri Ramah Tamah.

Dalam sambutannya Ketua pelaksana Kusnadi mengajak pengurus partai gerindra karena nama partai adalah Gerakan Indonesia Raya untuk melaksanakan pergerakan untuk bisa memenangkan pemilu. Imam Zuhdi selaku Ketua DPC menyampaikan bahwa konsekuensi dengan dilantik menjadi PAC maka berkewajiban membentuk Ranting-ranting di daerahnya. Untuk menjalin komunikasi dengan konstituen DPC Gerindra memiliki website gerindrakabmalang.com dan group facebook dengan nama yang sama

Djati Kusumo dalam tausiah halal bihalal menyampaikan bahwa tradisi ini diawali sekitar tahun 1930an di Jogjakarta akibat adanya tekanan dan upaya penjajah menjauhkan pemimpin bangsa dengan rakyatnya. Bung Karno pun menyampaikan pada Sultan untuk membudayakan silaturahmi setelah berakhirnya bulan ramadhan, dan sejak itulah budaya ini berkembang hingga ke Brunai, malaysia dan negara-negara lain. (H2o)


Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Halal bi Halal di Gedung Nasionalis Gelanggang

Indahnya Kerukunan Beragama


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri


Sebagaimana di beberapa kota di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, di Kepanjen pun pelaksanaan sholat Ied terjadi 2 hari berturut-turut. Namun ada sesuatu yang menarik saat penulis melaksanakan sholat ied di hari Rabu (31/08/2011). Ada beberapa anggota masyarakat yang menggunakan seragam hitam putih di beberapa tempat, ternyata mereka adalah gabungan beberapa umat beragama Non Muslim. Mereka ikut serta membantu mengamankan jalannya pelaksanaan Sholat Ied yang tengah dilaksanakan oleh umat Islam di Kepanjen.

Menurut salah seorang aktifis tersebut dari gabungan umat Kristen, Katolik, dan hindu yang ada di wilayah kepanjen telah melaksanakan bantuan pengamanan kegiatam semenjak kegiatan Takbir tanggal 29 Agustus malam hingga pelaksanaan sholat pagi hari tanggal 31 Agustus ini.

Jumlah personil yang diturunkan guna membantu pengamanan kegiatan hari besar Islam ini sejumlah 50 orang yang disebar di 7 Lokasi di wilayah Kecamatan Kepanjen.

Mereka berharap dengan adanya kerjasama dalam berbagai kegiatan yang ada dapat mewujudkan kehidupan yang rukun dan tenteram bagi bangsa Indonesia dan khususnya masyarakat kecamatan Kepanjen pada khususnya.

Dengan semangat rasa Nasionalisme yang dimiliki oleh berbagai kalangan umat beragama di Kecamatan Kepanjen kegiatan-kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan dengan niatan yang tulus untuk saling menghargai dan menghormati kepercayaan masing-masing warga negara.

Pesan Tersirat : Hidup Rukun dan toleransi beragama mewujudkan Kedamaian
Read More … Indahnya Kerukunan Beragama

Malam Tirakatan

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri


Selasa 16 Agustus 2011 di dalam sayup sayub suara tadarus, di wilayah Curungrejo, Kepanjen dilaksanakan acara malam tirakatan dalam rangka menyambut Ulang Tahun ke 66 Republik Indonesia.
Acara yang dimulai sejak selesainya shalat Tarawih karena tahun ini bertepatan dengan bulan ramadhan. Dengan hikmad warga Curung melaksanakan acara renungan guna mengingat perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang telah mendahului kita semua. 




Pesan Tersirat :


Check
Read More … Malam Tirakatan

Pengajian Pancasila di Poncokusumo Kab. Malang

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Bertempat di rumah pak Supardi di Dusun Keden Desa Argosuko Poncokusumo kegiatan Pengajian Pancasila dihadiri oleh puluhan peserta, dan sebagaimana biasa acara dilakukan tepat pukul 19.00 wib tepat. Hal ini sebagai implementasi tanggungjawab moral warga Paguyuban nasionalis dalam hal disiplin, walau baru dihadiri 7 orang peserta lagu Indonesia Raya berkumandang di heningnya malam.

Suasana semakin ramai ketika beranjak malam, telihat mas Tikno, Kusno Tempe, dari luar kecamatan terlihat juga Sujud Pribadi, Kusnadi, Bagong, Timbul, Benu, Herman dan kupluk duwur Mang Dayat, dan masih banyak lagi para penggiat Paguyuban nasionalis.

Ada banyak hal yang dikupas dalam pengajian ini, mulai dari ajakan untuk mendo'akan leluhur desa yang jaman dahulu mbedah desa ini selain mendo'akan para pemimpin agama yang jauh yang mungkin tidak kita kenal. Dibagian lain di sampaikan pula tentang pentingnya Koperasi dalam berkehidupan berekonomi mengingat koperasi adalah usaha yang berdasarkan kumpulan orang atau asaz yang digunakan adalah azas gotong-royong

Pesan Tersirat :

Check
Read More … Pengajian Pancasila di Poncokusumo Kab. Malang

Pengajian di Tawangrejeni Turen


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Kegiatan "Pengajian PANCASILA" di Dusun Lokwaru Desa Tawangrejeni Turen di hari minggu 10 Juli 2011 diawali dengan menyanyiakn lagu kebangsaan yang dipandu Kusnadi.

Acara-acara yang disusun mulai pidato pengamalan Pancasila ini berisikan tentang ajakan kepada para peserta KKN Universitas Malang untuk berjuang di bidang pendidikan bagi mereka, Herman menyampaikan pernyataan agar para mahasiswi-mahasiswa peserta KKN untuk memulai mengamalkan Pancasila dengan tepat waktu, karena dengan tepat waktu para mahasiswa-mahasiswi dapat merencanakan dengan baik jadwal kuliah mereka sehingga mampu untuk menyelesaikan kuliah dengan baik dan melanjutkannya dengan pengabdian dibidang pendidikan.

Mahasiswa-mahasiswi sebagai calon pemimpin masa depan akan menggantikan para pemimpin saat ini. Ungkapan ini disambung dengan pidato berikutnya yang mengupas tentang semakin terkikisnya nilai-nilai luhur Pancasila.

Dengan diselingi hiburan campursari dan lawak dari Benu, acara ini ditutup dengan dua buah ceramah Pancasila dan kehidupan beragama oleh Ustad Istadi  Ishadi dan Bpk Djati Kusumo.

Kemampuan dari Ustad Istadi dan Bpk Jati dalam mengolah suasana dan membangkitkan semangat menjadikan acara yang berakir sampai pukul 12 malam tidak terasa menjemukan  dan berkali-kali standing applaus menggema dari sejak awal hingga akhir acara dengan disampaikannya bahwa didalam agamapun banyak bermacam macam mazhab, tatacara tetapi ternyata semua bisa bersatu dan menyatu seperti kalimat "Bhineka Tunggal Ika", sementara dari Bpk Djati Kusumo memaparkan bahwa umat islam di Indonesia adalah umat yang bertaraf mu'min atau lebih tinggi dari taraf islam yang muslim, sehingga kehidupan yang rukun aman dan damai dapat tercipta dan berbeda dengan umat yang masih tatanan muslim seperti banyak di jazirah arab dimana mereka masih berkutat pada perang suku dan banyak timbul perbudakan modern(H2O)

Pesan Tersirat :

Check
Read More … Pengajian di Tawangrejeni Turen

Karang Tengah Kromengan


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Hari Rabu tanggal 22 juni 2011, di Rumah Kamituwo Dusun Karang tengah Desa Ngadirejo Kecamatan Kromengan tepatnya di Bp Mariadi dilaksanakan Pengajian Pancasila.

Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 200 orang ini menjadi salah satu dari rangkaian cara Paguyuban Nasionalis kabupaten Malang. Dalam acara ini dihadiri pula oleh Kades Ngadirejo, Ketua DPRD Hari Sasongko, Tokoh masyarakat Sujud Pribadi. Dari Kecamatan Wonosari Tampak Gatot, Pakisaji diwakili Kusnadi dan Purnomo, tampak pula Herman Hidayat dari Kec. Kepanjen dan masih banyak dari Kecamatan lain seperti Ngantang, Kasembon, Poncokusumo, Dampit, Turen, Pagak dan sebagainya. Sebagai pembicara adalah Tokoh Djati Kusumo

Dalam Acara yang diawali menyanyikan Lagu "Indonesia Raya" dilanjutkan perkenalan dari Kusnadi yang menyampaikan mulai lunturnya nilai nilai pancasila di masyarakat sehingga kurangnya rasa hormat siswa kepada gurunya, Purnomo dengan bahasa jawanya menyampaikan harapan kehidupan kerukunan bagi para hadirin, selanjutnya kepala desa menyampaikan ucapan terimakasih kedatangan Sujud Pribadi yang pada masa jabatannya yang lampau telah membantu mewujudkan pengaspalan di dusun ini. Herman yang diberi kesempatan menyampaikan perkenalan mengatakan, terjadinya rongrongan pada pancasila dengan adanya pengumpulan siwa-siswi SMP dan SMA di salah satu rumah makan di kepanjen yang isinya larangan menghormati bendera negara menunjukkan adanya pihak-pihak yang ingin merusak persatuan dan kesatuan dan harapan agar masyarakat membantu pemerintah Desa yang terpilih walau pada pilihan kemarin tidak mendukung Kades terpilih.

Hari Sasongko sebagai nara sumber menyampaikan sejarah Soekarno semenjak kelahirannya, sekolah SD dan SMP di Mojokerto, HBS (sekarang SMA Komplek Wijaya Kusuma)di Surabaya kemudian ke Technische Hoge School (sekarang ITB) dan mulai perjalanan politiknya saat bertemu seorang petani bernama Marhaen hingga di penjara di berbagai tempat dan sampai akhirnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, Cerita tentang meninggalnya Bung Karno
dalam kesepian karena larangan kehadiran keluarganya disaat-saat terakhirnya membawa suasana haru.

Pembicara terakhir adalah Djati Kusumo, malam itu dikupasnya Pancasila dari sila pertama hingga ke lima dengan nuansa keagamaan berdasar hadist dan suasana sebagai orang jawa membawa pemahaman tentang pancasila seutuhnya. Disampaikan pula bahwa dari sila Ketuhanan Yang maha Esa menunjukkan keluhuran bangsa Indonesia disaat bangsa-bangsa lain belum memiliki peradaban. Tak kurang dari lima kali standing applause disaat dirinya mengobarkan semangat nasionalisme pada hadirin.

Sujud Pribadi dalam sambutannya menyampaikan "keberhasilan diawali dengan kerukunan", dan diapun mengingatkan agar tetap setia pada Pancasila dan Undang-undang, membantu pemerintah dan bahu membahu membangun desa. Dia pun mengatakan bahwa ternyata dengan kegotong-royongan masyarakat acara yang dihadiri cukup besar warga ini dapat terlaksana walau tidak ada yang membiayai, semua itu karena gotong-royong diantara warga dusun karang tengah.

Pesan Tersirat : Bersatu karena kuat dan kuat karena bersatu

Check
Read More … Karang Tengah Kromengan
 

Free Blog Templates

Blog Tricks

Easy Blog Tricks

bukan blog koruptor

perangi korupsi
dari dirimu sendiri
©  Grunge Theme Copyright by Paguyuban NASIONALIS Kab Malang | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks