Showing posts with label MalangRaya. Show all posts
Showing posts with label MalangRaya. Show all posts

Membangun Kebersamaan di Dusun



Suasana terang benderang di malam minggu di dusun Margorahayu Desa Glanggang Pakisaji terasa bagai purnama. Di dusun yang dahulu disebut geta'an atau kampung penghasil gentong dan maron ini mulai sore hari banyak hilir mudik warga dan pengunjung dari beberapa desa yang lain.


Pada malam hari yang sedikit terasa lembab karena terjadi gerimis sore harinya , namun tidak mengurangi semangat penduduk dusun ini yang sedang merayakan syukuran terselesaikannya penyemiran jalan dan peringatan hari Sumpah Pemuda.


Sebagaimana biasa acara dimulai dengan berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin Kusnadi, dilanjutkan pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh Pujianto dan sambutan dari Budi Tamtomo yang mengupas tentang makna persatuan dan kesatuan dalam membangun dusun terkait dengan implementasi Semangat sumpah pemuda.

Acara pengajian Pancasila dalam  pengimplementasiannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagaimana himbauan dari Bpk Budi Tamtomo yang dalam sambutannya menghimbau masyarakat untuk bergotong -royong dalam segala hal.

Dan setelah acar pengajian Pancasila dilanjutkan gelar seni Kudalumping Garuda Sakti dari Dusun Blawu
Read More … Membangun Kebersamaan di Dusun

Peringatan Pancasila dan Tahun Jawa 2872


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Bertempat di Kampus STIEKN "JAYA NEGARA" Malang, sebuah acara peringatan tahun jawa dan Peringatan Pancasila 1 juni, dilaksanakan dengan hikmad dan berikut isi pembukaan acara yang dilaksanakan tanggal 7 Juli 2011 ini,

Ribuan tahun yang lalu, pernah hadir suatu peradaban yang menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong-royong, suatu peradaban yang membuat ketatanegaraan yang membuat masyarakatnya damai, tenteram, makmur dan masyarakat yang begitu dekat dengan Sang Pencipta Kehidupan.

Suatiu peradaban yang membuat contoh ketenangan hidup, sesuai dengan kehendak Sang Pencipta. Contoh peradaban yang memimpin dunia pada jamannya. Wilayah peradaban ini begitu luas, terbentang membelah dunia, saat ini wilayah tersebut dikenal dengan nama Nusantara.

Konsep peradaban yang adiluhung ini dikarenakan manusianya sebagai subjek pembangunan peradaban saat itu sangat dekat dengan penciptanya, sangat memahami tugas keberadaan dirinya, dan pembagian tugas berjalan secara merata, semata-mata karena titah Sang Pencipta dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, dengan tulus demi menegakkan kebenaran huku abadi dengan cara saling menyayangi diantara sesamanya dan berbudi luhur.

Jaman keemasan berganti dengan jaman penuh malapetaka, ketika sang alam murka dan terjad penurunan nilai-nilai moral dan etika, diperkuat dengan datangnya sekelaompok manusia yang membawa napsu keserakahan semata.

Lahirlah suatu jaman yang membawa peradaban liar melalui bentuk-bentuk penindasan. Jaman penindasan ini terjadi ratusan tahun lamanya, hingga waktu mengantarkan peradaban pada 1 juni 66 tahun yang lalu melalui putra sang fajar, nilai-nilai luhur itu dapat tergali kembali dan menumbangkan jaman penindasan


Hari ini setengah abad setelah masa keemasan Putra Sang Fajar, kita kembali dibayangi rasa gelisah akan ketidak pastian suatu peradaban yang dapat membuat ketenangan di masyarakat.

Hari ini menunjukkan, kita ............ bangsa Indonesia belum mampu melaksanakan amanat Tuhan.

Kesewenang-wenangan dan keserakahan masih merajalela ditengah kehidupan kita sehari-hari.

Pola pikir analisa kita untuk menghadapipermasalahan multi dimedi dalam kehidupan bernegara tidak menunjukkan penyelesaian yang paripurna

Kami mengetuk hati sesama anak bangsa untuk menumbuhkan kesadaran akan jatidiri bangsa dan mencoba mengikat nilai-nilai spiritual tersebut dalam satu tujuan untuk kembali menjalankan nilai nilai luhur dalam kehidupan kita sehari-hari

Demikian misi yang ada pada sarasehan tersebut (H2O)


Pesan Tersirat : Kita adalah anak bangsa dan sewajarnya bersatu tanpa membeda-bedakan seuai dengan "Bhineka Tunggal Ika"

Check
Read More … Peringatan Pancasila dan Tahun Jawa 2872

NII Masih Berbahaya


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Seperti banyak diberitakan media beberapa waktu lalu, NII juga muncul di Malang. Terkait perkembangan NII yang dianggap sangat berbahaya ini, forum pimpinan daerah Kab. Malang bersama para ulama dan insan pendidikan melakukan rapat koordinasi yang membahas faham NII. Kegiatan ini dilangsungkan di Ruang Anusapati kemarin sore (14/6).

“Keberadaan NII harus diantisipasi oleh kita semua, termasuk pemerintah. Menurutnya, NII yang sekarang jelas berbeda dengan NII zaman dahulu (pasca kemerdekaan). Perbedaan ini adalah dalam hal tujuan. Namun, NII yang ada saat ini tujuannya tidak mendirikan negara, tapi mengumpulkan massa dan penggalangan dana. Malang yang menjadi anggota NII.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh salah satu korban NII. Dia merupakan mahasiswi semester II Universitas Muhammadiyah Malang yang sempat “ikut” menjadi warga NII. Fitri mengaku dicekoki bergam faham dan anjuran-anjuran untuk meninggalkan negara Indonesia karena dianggap saat ini seperti orang kafir. Fitri yang awalnya bertemu seseorang di food courts Matos ini kemudian dengan singkat percaya dan mau mengikuti anjuran orang tersebut.

Meski tidak mau, orang-orang NII menyuruh Fitri yang asli Pontianak ini untuk meminta uang kepada orang tuanya dengan alasan menghilangkan laptop milik teman. Selama tiga hari di Jakarta, dia kemudian memutuskan untuk keluar dari cengkeraman NII. Namun, saya tidak kuasa untuk keluar dari jeratan orang ini,” sesal Fitri yang mengaku bahwa dirinya masih berada dalam kondisi sadar sejak pertama berkenalan dengan oknum NII di Matos ini.

Dari perkembangan selanjutnya, mahasiswa berjilbab ini kemudian mengetahui bahwa penerima dana itu adalah orang Jogjakarta. Di Jakarta inilah dia di Baiat sebanyak 9 kali. Sikap Muspida, Ulama dan Bupati

Rata-rata modusnya melalui diskusi yang mengarah pada keagamaan. Pihak kepolisian juga menganjurkan saat ini agar berbagai pihak untuk bekerjasama mengantisipasi masuknya NII. Serta tidak lupa pada pendekatan santri di ponpes.

Kami sangat ingin dan mendukung pemberantasan organisasi ini. “Kami melihat, mereka telah menganggap saat ini sama seperti di zaman nabi dulu sehingga menganggap kita (bukan NII) adalah orang kafir. Tapi itu tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sesungguhnya,” ucap Abdul Manan. Mereka ingin ada sikap dan tindakan tegas dari pemerintah.

Seluruh ormas ini juga bertekad akan terus giat mengawasi dan membina warganya untuk tetap mengikuti ajaran Islam yang benar. Terlebih warga Nahdliyin yang jumlahnya di Kab. Malang lebih dari 2 juta orang. Namun, mereka juga ingin adanya sosialisasi yang berkesinambungan menanggapi masalah ini. Namun kebijakan selanjutnya (berdasarkan pertimbangan yang matang) berada pada pusat yang akan diteruskan melalui gubernur.

Sejarah Berdirinya NII

Negara Islam Indonesia (NII) yang kemunculannya oleh berbagai pihak dituding sebagai akibat dari merasa sakit hatinya kalangan Islam dan bersifat spontanitas. Institut shuffah yang didirikan telah melahirkan pembela-pembela Islam dengan ilmu Islam yang sempurna dan keimanan yang teguh. Laskar inilah yang pada akhirnya menjadi Tentara Islam Indonesia (TII).


Pesan Tersirat :

Check
Read More … NII Masih Berbahaya

Revisi UU Sisdiknas

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri


Dengan tidak adanya pengajaran materi Pancasila sehingga tidak mengejutkan ketika kurun waktu terakhir banyak persoalan di negeri ini yang melenceng dari nilai-nilai Pancasila dan mengancam NKRI.
GM FKPPI menganggap pewajiban pengajaran Pancasila adalah hal penting agar tidak muncul kelompok atau ormas yang ideologi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. “GM FKPPI akan berada di garis paling depan untuk mempertahankan NKRI dan menjaga ideologi Pancasila,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mendukung komitmen GM FKPPI tersebut karena saat ini nilai-nilai Pancasila mulai terkikis.”Saya bangga dengan GM FKPPI yang peduli untuk menjaga nilai-nilai Pancasila,” katanya.
Pak De Karwo, sapaan akrabnya, memuji peran serta GM FKPPI yang menjaga kemurnian Pancasila dan keutuhan NKRI dan hal itu dapat dirasakan dengan adanya kenyamanan dan keamanan di wilayah Jatim. Oleh karena itu, kegiatan Diklatsar yang dilakukan oleh GM FKPPI ini harus mendapatkan dukungan karena dapat menumbuhkan jiwa-jiwa kebangsaan.
Terpisah, Agus Suryanto mengakui kalau selam 13 tahun GM FKPPI vakum. Dan yang perlu diketahui bahwa GM FKPPI ini adalah rumah bersama bukan partai politik,” tegasnya.


Pesan Tersirat :

Check
Read More … Revisi UU Sisdiknas

Pasang Spanduk



Hari Senin malam mulai pukul 23.00 sampai hari Selasa pagi jam 01.25, panitia Sarasehan PANCASILA 1 Juni memasang Spanduk di Perenpatan Kepanjen, Jembatan jalan Panji dan jalan raya Ngadilangkung depan rumah P Peni

Hujan gerimis tidak mematahkan semangat panitia, walau udara dingin menghinggapi 5 orang panitia, terdiri dari Komarudin (Pagelaran) Herman, Hambali dan Kusnadi Kepanjen sera Purnomo (Pakisaji) tetap berupaya memasang spanduk tersebut karena Esok akan dilaksanakan "SARASEHAN PANCASILA 1 Juni" di Santana Hotel pada pukul 21.00

Untuk mengganjal perut, saat di perempatan Kepanjen mereka makan Nasi Goreng dari Gerobag dorong yang melintas

Pesan Tersirat : Perjuangan memasang spanduk tidaklah seberat merebut Kemerdekaan, kadan terasa berat jika tidak dilandasi keiklasan
Read More … Pasang Spanduk

Rapat Koordinasi di Ngantang




Hari minggu 29 mei 2011, Panitia peringatan PANCASILA 1 Juni, melaksanakan rapat koordinasi di Dusun Ngagar Desa Sumberejo Kecamatan Ngantang.
Acara yang dilaksanakan sejak pukul 19.00 berjalan dengan baik dan terjadi dialog, warga dan panitia. Panita meminta usulan terkait pelaksanaan Acara kegiatan sarasehan yang akan dilaksanakan di Kepanjen tepatnya di Hotel Santana
Pada pukul 20.30 masyarakat menyanyikan Lagu Indonesia Raya sesaatketika dibahas diligen lagu tersebut dan acara berakhir tepat pukul 21.00


Pesan Tersirat :Kerukunan adalah harapan warga Kabupaten Malang
Read More … Rapat Koordinasi di Ngantang
 

Free Blog Templates

Blog Tricks

Easy Blog Tricks

bukan blog koruptor

perangi korupsi
dari dirimu sendiri
©  Grunge Theme Copyright by Paguyuban NASIONALIS Kab Malang | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks