Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Bung Hatta Menabung untuk Naik haji


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri


Musim haji tengah berlangsung dan kita mendengar serta melihat banyak pejabat di Indonesia pergi ke Baitullah menunaikan ibadah haji menggunakan fasilitas negara. Yang terbaru adalah rombongan Menteri Agama Suryadharma Ali.


Senyampang menjalankan tugasnya sebagai amirul haj Indonesia di Mekah, Menag membawa rombongan dalam jumlah banyak. Mereka adalah para kerabat, sahabat, dan koleganya di partai.

Rombongan jumbo itu tentu tidak patut. Apalagi jika rombongan itu semua ditanggung oleh negara. Bandingkan dengan sikap Mohammad Hatta.










Tahun 1952, Bung Hatta hendak melaksanakan ibadah haji bersama istri dan dua saudarinya. Waktu  Bung Karno menawarkan agar menggunakan pesawat terbang yang biayanya ditanggung negara.  Bung Hatta menolaknya, karena ia ingin pergi haji sebagai rakyat biasa, bukan sebagai wakil presiden. Dia menunaikan rukun Islam kelima dari hasil honorarium penerbitan beberapa bukunya.

Bung Hatta yang dikenal sebagai Gandi dari Indonesia itu dikenal sangat ingin menyelami kehidupan sebagai rakyat Indonesia. Ketika meninggal dunia pun Hatta tidak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Dia hanya ingin dimakamkan di taman makam biasa.

"Saya ingin dikubur di kuburan rakyat biasa. Saya adalah rakyat biasa," kata Hatta.

Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Bung Hatta Menabung untuk Naik haji

Islam: Semangat Sumpah Pemuda yang Dilupakan

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri
Hari ini 80 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia dengan berbagai latar belakang suku, agama, ras dan aliran berkumpul menyatukan tekad: menyingkirkan perbedaan dan bersatu melawan kolonialisme dan imperialisme.

Ikrar yang di bangku-bangku sekolah kita diajarkan sebagai Sumpah Pemuda ini, merupakan kali pertama beragam masyarakat yang hari ini disebut sebagai bangsa Indonesia, secara resmi menyatakan dirinya sebagai satu bangsa, yang bertanah air satu dan berbahasa satu.

Bagaimanapun, semangat kebangsaan ini merupakan kristalisasi dari berbagai jiwa dan fikiran bangsa ini yang terdiri dari berbagai suku bangsa, aliran dan agama tadi. Semangat persatuan dan kesatuan kebangsaan ini merupakan buah dari kristalisasi berbagai faham dan aliran. Maka, dengan kesadaran akan sejarah dan keragaman bangsa ini, kita mengerti bahwa semangat kebangsaan yang dimanifestasikan dalam Sumpah Pemuda bukan hanya milik kaum nasionalis sekuler yang sejak awal memiliki fikiran dan pola perjuangannya sendiri, atau hanya milik kelompok kiri yang juga memiliki dasar dan cita-cita perjuangannya sendiri. Demikian pula, Sumpah Pemuda bukan hanya milik Ummat Islam Bangsa Indonesia dengan aqidah dan syari'atnya.

Maka, setiap kelompok memiliki hak yang sama dalam mewarnai Indonesia merdeka hari ini, karena setiap kelompok juga tentunya punya dasar dan cita-citanya sendiri, punya gambaran negara dan masyarakat idealnya masing-masing, yang untuk mencapai cita-citanya itu diawali dengan menyatukan tekad sebagai bangsa yang satu - melawan dominasi bangsa asing yang menjajah Indonesia.

Perlawanan terhadap penjajahan (kolonialisme-imperialisme) bangsa asing inilah yang menjadi persamaan di tengah keragaman kelompok masyarakat tadi, menjadi perekat dan pemersatu. Maka di tengah perbedaan dan keragaman pendapat yang ada di masyarakat kita hari ini, perlawanan terhadap penjajahan bangsa asing atas jiwa dan raga bangsa Indonesia, perlawanan terhadap kekuasaan imperialis atas tanah, tambang dan tenaga kerja rakyat Indonesia merupakan satu-satunya kunci yang bisa mengikat kebhinekaan suku, agama, ras serta aliran tadi.

Penyesatan opini yang mempropagandakan bahwa semangat kebangsaan, yang salah satunya diwakili oleh Sumpah Pemuda, hanya identik dengan semangat nasionalisme sekuler, seperti umum terjadi saat ini sudah merupakan pengkhianatan atas semangat Sumpah Pemuda, tapi, pengkhianatan yang lebih besar adalah penyelewengan semangat kebangsaan yang membebaskan negeri ini dari cengkraman penjajah, menjadi semangat liberalisasi yang mengobral setiap jengkal tanah yang diperjuangkan dengan darah dan air mata rakyat Indonesia untuk dikuasai oleh kaum imperialis asing.

Privatisasi aset-aset bangsa (tanah, tambang, perbankan, dan BUMN-BUMN), Perumusan UU Anti Terorisme dan pembentukan Densus 88 Anti Teror yang dilakukan demi memenuhi titah Imperialis AS seperti dipertontonkan oleh rezim neo-liberal dan para pendukung liberalnya saat ini jelas merupakan pengkhianatan atas landasan persatuan dan kesatuan tadi, yang jika sikap ini terus dipertahankan, maka bagi kita ummat Islam yang mencintai kebebasan dan kemerdekaan sejati, kita tidak punya beban apapun untuk melepaskan diri dari pengkhianatan semacam ini. Karena jika persatuan dengan para pengkhianat ini justru menyeret kita pada penghambaan kepada imperialis penindas, jelas persatuan dalam kezaliman semacam ini wajib ditinggalkan, karena Islam jelas mengingkari dan menolak semua jenis penghambaan manusia atas manusia!

Wallahu a'lam


Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Islam: Semangat Sumpah Pemuda yang Dilupakan

INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri
catatan dari seorang kawan di FB  Rizkyan
Nasionalis.kabmalang
::repost::
Dr tmn yg tgl di Ausi.
Suatu pagi,kami menjemput seseorg klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bpk adl pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu&english,beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.
Beliau berkata,"Ur country is so rich!"
Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu."Indonesia doesn't need the world,but the world needs Indonesia,"lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia,U don't need the world."
"Mudah saja,Indonesia paru2 dunia.Tebang saja hutan di kalimantan,dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.Bisa terbayang uang yg masuk ke kami,apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia,ga peduli harga selangit, laku keras.Lihatlah RS kami, org Indonesia semua yg berobat.Trus, kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk?Ya, bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras.Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami,air bersih pun kami beli dari Malaysia.
Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg.Saya liat ini sbg peluang. Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia!
Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo.
Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri,belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.Tak perlu impor klo bs produk sendiri.
Jika kalian bs mandiri,bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!


Pesan Tersirat :Kadang kita sibuk memikirkan dunia lain dan melupakan yang ada disekitar kita

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!

Berpulangnya Seorang Veteran


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri
Hari rabu tanggal 12 Oktober pukul 07.00, seorang veteran telah berpulang ke Haribaan-Nya. Veteran ini dilahirkan pada tanggal 21 September tahun 1921 di sebuah desa Benculuk di Kabupaten Banyuwangi, Kota di ujung timur dari pulau jawa.
Soetjipto kecil dibesarkan dalam suasana penjajahan di desa kecil yang subur, dia tumbuh berkembang dalam suasana pedesaan yang sarat dengan kehidupan keagamaan. Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Rakyat dan MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) Meer Uitgebreid Lager Onderwijs artinya "Pendidikan Dasar Lebih Luas". MULO menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar.
Selanjutnya remaja ini menuju kota Surabaya untuk mencari penghidupan yang lebih layak. Di Surabaya selain bekerja juga ikut serta dalam pergerakan para pemuda Indonesia.
Setelah Perang Kemerdekaan Soetjipto pulang kampung dan bekerja di Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) yang kemudian pada tahun 1955 dipindahkan ke Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang dan setelah di tugaskan di Kantor Pos Kota Sampang Madura kembali bertugas di Kota Malang hingga Pensiun
Pada masa pensiunnya Veteran Golongan "A" yang dimulai tahun 1978 Soetjipto banyak sekali menulis dengan menggunakan mesin ketik yang isinya tentang pelajaran bahasa Jawa, Berhitung dan berbagai pengetahuan umum sederhana yang diberikan kepada anak-anak usia Sekolah Dasar.
Soetjipto meninggalkan Istri dan 4 Orang Anak dalam usia yang cukup panjang untuk umumnya masyarakat yaitu 90 tahun dengan beberapa buah buku ketikkan yang banyak sekali memberikan kenangan bagi keluarga dan lingkungan utamanya mereka yang pernah memperoleh manfaat dari buah pikirannya.bahkan beberapa adalah bapak dan anak, mengingat usianya yang cukup panjang sehingga disaat seorang anak beranjak dewasa dan memiliki keturunan sehingga anaknyapun mendapat pembelajaran dari buku-buku yang ditulisnya.
Read More … Berpulangnya Seorang Veteran

HOS Tjokroaminoto

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri 



HOS Tjokroaminoto merupakan salah satu pahlawan pergerakan nasional. Beliau adalah pemimpin organisasi Sarekat Islam (SI) yang pada awalnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Beliau bergabung dengan SI pada bulan Mei 1912. Ia banyak berjasa dalam meningkatkan kesadaran dan nasionalisme Bangsa Indonesia. Kiprahnya di Sarekat Islam juga banyak mengilhami generasi sesudahnya. Selain mengobarkan semangat kebangsaan, ia juga berjuang meningkatkan harkat dan martabat kaum pribumi di bidang perekonomian.
HOS Tjokroaminoto banyak melakukan pengkaderan terhadap generasi muda, sehingga muncullah nama-nama tokoh seperti Soekarno (berhaluan nasionalis), Muso (berhaluan komunis), Kartosuwiryo (berhaluan Islam garis keras). Pada perkembangan selanjutnya, Muso menjadi otak dari pemberontakan PKI di Madiun, dan Kartosuwiryo menjadi pelopor gerakan DI/TII yang ingin membentuk Negara Islam Indonesia.
Tjokroaminoto mempunyai keyakinan yang teguh, bahwa negara dan bangsa kita tak akan mencapai kehidupan jang adil dan makmur, pergaulan hidup jang aman dan tenteram, selama keadilan sosial belum dapat berlaku atau dilakukan mendjadi hukum dalam negara kita, sekalipun sudah merdeka. Terbukti sekarang, sekalipun kita sudah merdeka dan berdaulat bernaung di bawah pandji-pandji sang merah putih, namun rakjat jelata jang berpuluh-puluh juta jumlahnja belum merasakan kenikmatan dan kelezatan dalam kehidupan sehari-harinja. Rakyat masih tetap menderita berbagai kesulitan dan kemelaratan. Banyak timbul kekacauan, kekerasan, perampokan, penculikan dan pembunuhan, yang seolah-olah telah menjadi peristiwa sehari-hari. Sementara, bisa dikatakan tidak ada perhatian yang baik dan adil dari pihak pemerintah terhadap berbagai masalah tersebut.
Di kota-kota besar nampak pula kerusakan moral atau budi pekerti bangsa kita. Korupsi tampaknya sudah menjadi masalah sehari-hari, bahkan mungkin sudah menjadi bagian dari pekerjaan seseorang. Narkoba dan seks bebas juga sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat. Tak ada kendali di dalam pikiran dan akal mereka yang dapat menahan hawa nafsunya. Ini semuanya, yang oleh Tjokroaminoto dikatakan “Jahiliyah modern”.
Kalau alat-alat pemerintah RI yang memegang tampuk kekuasaan pemerintahan, baik pihak atasan maupun sampai bawahan sudah tidak takut lagi kepada hukuman Allah, yakinlah Negara akan rusak dan hancur dengan sendirinya, sebab segala perbuatan jahat, korupsi, penipuan, suapan dan sebagainya yang terang-terang merugikan Negara, dikerjakan dengan aman oleh mereka itu sendiri, rakyat mengerti sebab rakyat yang menjadi korban” (Petikan kata Wondoamiseno, Sekjen PSSI 1950)
Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 6 Agustus 1882. Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakeknya, R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai bupati Ponorogo.
“Sang raja tanpa mahkota”, begitulah kaum Kompeni Belanda menyebutnya, lihai cerdas, dan bersemangat. Ditakuti dan juga disegani lawan-lawan politiknya. Perjuangannya dalam membela hak kaum pribumi, benar-benar menempatkan dirinya menjadi seorang tokoh yang benar-benar dihormati. Terlahir dari keluarga bangsawan tak membuatnya bersikap angkuh, justru karena itulah ia akhirnya menjadi sebuah motor penggerak kemerdekaan bagi Indonesia, disaat semua manusia tertidur dalam belaian kompeni Belanda. Dialah tokoh politik yang berhasil menggabungkan retorika politik melawan penjajah Belanda dengan ideologi kebangsaan, sehingga mengenyahkan penjajah dari bumi Nusantara.
Setelah menamatkan studi di Oplayding School Foor Inladishe Ambegtenaren (OSVIA), sekolah pegawai pemerintahan pribumi Magelang, ia mengikuti jejak kepriayian ayahnya sebagai pegawai pangreh praja. Walaupun, akhirnya ia tinggalkan karena muak dengan kebiasaan sembah jongkok yang baginya sangat melecehkan.
Tahun 1905 Cokro pindah ke Surabaya dan bekerja pada perusahaan dagang, di samping ia juga belajar di sekolah malam Hogore Burger School. Bersama istrinya, Suharsikin, ia mendirikan kos-kosan di rumahnya. Melalui rumah kos inilah Cokro menyalurkan ilmunya dalam agama, politik dan berorasi, yang akhirnya menjadi cikal bakal pembentukan tokoh-tokoh penting di Indonesia. Istrinya,  R. A. Suharsikin adalah cermin perempuan yang selalu memberikan bantuan moril. Sudah menjadi kebiasaannya, jika suaminya bepergian untuk kepentingan perjuangannya, istri yang sederhana dan prihatin ini mengiringi suaminya dengan sholat tahajud, dengan puasa, dan doa. Perbedaan ideologi dari para muridnya, secara tidak langsung memberikan warna sendiri bagaimana secara aktif ide-ide, ilmu dan gagasan Cokro menghujam ke dada mereka. Walaupun dengan pemahaman yang beraneka ragam, sesuai dengan latar belakang, pendidikan dan pekerjaannya masing masing. Jadi, pertarungan Soekarno, Kartosuwirjo dan Muso-Alimin sejatinya adalah pertarungan tiga murid dari seorang guru Cokroaminoto. Hal ini mengisyaratkan bahwa adanya perbedaan tafsir para murid terhadap guru, yang kemudian mendorong kecenderungan yang berbeda pula.
Untuk merealisasikan perjuangan menuntut Indonesia merdeka, ia masuk ke dalam Sarekat Dagang Islam (SDI) yang saat itu dipimpin oleh H.Samanhudi di Solo. SDI adalah sebuah pergerakan pertama Indonesia yang menggelorakan semangat kemerdekaan. Bukan Budi Utomo seperti yang diketahui saat ini, karena SDI lahir lebih muda yakni pada tahun 1905. Pendistorsian sejarah semacam ini jelas kejahatan yang dilakukan oleh kelompok yang tidak sepaham, untuk mengaburkan perjuangan Indonesia secara nasional oleh SDI. Karena memang tujuan SDI adalah kemerdekaan. Semenjak masuknya Cokro ke dalam SDI, SDI berubah menjadi sebuah organisasi yang besar dan menakutkan bagi kolonial. Kemahirannya serta kepiawaiannya berpolitik dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia dan memihak kepentingan rakyat, membuat SDI begitu di gandrungi rakyat pribumi. Terlebih setelah SDI berubah menjadi SI dan ia menjadi pemimpin SI. Lewat Cokro tujuan SI mulai diperjelas, yakni kemerdekaan Indonesia.
Karena aktivitas politiknya, Belanda akhirnya menangkap Cokro pada tahun 1921, karena dikhawatirkan akan membangkitkan semangat perjuangan rakyat pribumi, walaupun akhirnya dibebaskan pada tahun 1922. Pada tanggal 14-24 juni 1916 diadakanlah kongres nasional pertama di Bandung. Di dalam kongres tersebut, Cokro mengupas tentang pembentukan bangsa dan pemerintahan sendiri. Sebuah langkah yang sangat berani saat itu, karena bagi rakyat pribumi kemerdekaan adalah hal yang tabu untuk disampaikan. Suatu langkah politik yang benar-benar berani. Cokro membangun opini rakyat yang belum mengerti politik untuk berpihak terhadap perjuanganya. Yaitu menuntut Indonesia merdeka.
Di tengah pemerintah kolonial yang masih kuat, apalagi saat itu Belanda masih menerapkan peraturanReegerings Reglement (RR) sebuah peraturan yang berisi larangan berpolitik, berkumpul untuk membahas perjuangan kemerdekaan. Yang otomatis Cokro saat itu harus berhadapan dengan dua lawan, yaitu Belanda dan Pangreh Praja yang menjadi kaki tangan Belanda.
Roh Cokro akan masih terus bergerak menjadi spirit perjuangan, ketika kebangsaan diartikulasikan sebagai penggerak yang aktif, tidak statis. Yang mengatakan, “Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid , sepintar-pintar siasat”. Beliau wafat pada tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakarta, dan dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta. (Biografi Tokoh)




Pesan Tersirat :


Dapatkan informasi lain di web
Read More … HOS Tjokroaminoto

HOS Tjokroaminoto Pendidik Politik Bapak Bangsa

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Beliau adalah pemimpin organisasi Sarekat Islam (SI) yang pada awalnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Ia banyak berjasa dalam meningkatkan kesadaran dan nasionalisme Bangsa Indonesia. Kiprahnya di Sarekat Islam juga banyak mengilhami generasi sesudahnya. HOS Tjokroaminoto banyak melakukan pengkaderan terhadap generasi muda, sehingga muncullah nama-nama tokoh seperti Soekarno (berhaluan nasionalis), Muso (berhaluan komunis), Kartosuwiryo (berhaluan Islam garis keras). Pada perkembangan selanjutnya, Muso menjadi otak dari pemberontakan PKI di Madiun, dan Kartosuwiryo menjadi pelopor gerakan DI/TII yang ingin membentuk Negara Islam Indonesia.
Tjokroaminoto mempunyai keyakinan yang teguh, bahwa negara dan bangsa kita tak akan mencapai kehidupan yang adil dan makmur, pergaulan hidup yang aman dan tenteram, selama keadilan sosial belum dapat berlaku atau dilakukan menjadi hukum dalam negara kita, sekalipun sudah merdeka. Rakyat masih tetap menderita berbagai kesulitan dan kemelaratan. Banyak timbul kekacauan, kekerasan, perampokan, penculikan dan pembunuhan, yang seolah-olah telah menjadi peristiwa sehari-hari. Di kota-kota besar nampak pula kerusakan moral atau budi pekerti bangsa kita. Korupsi tampaknya sudah menjadi masalah sehari-hari, bahkan mungkin sudah menjadi bagian dari pekerjaan seseorang. Narkoba dan seks bebas juga sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat. Tak ada kendali di dalam pikiran dan akal mereka yang dapat menahan hawa nafsunya. Ini semuanya, yang oleh Tjokroaminoto dikatakan “Jahiliyah modern”.

“Kalau alat-alat pemerintah RI yang memegang tampuk kekuasaan pemerintahan, baik pihak atasan maupun sampai bawahan sudah tidak takut lagi kepada hukuman Allah, yakinlah Negara akan rusak dan hancur dengan sendirinya, sebab segala perbuatan jahat, korupsi, penipuan, suapan dan sebagainya yang terang-terang merugikan Negara, dikerjakan dengan aman oleh mereka itu sendiri, rakyat mengerti sebab rakyat yang menjadi korban” (Petikan kata Wondoamiseno, Sekjen PSSI 1950)

Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 6 Agustus 1882. Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakeknya, R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai bupati Ponorogo.


Ditakuti dan juga disegani lawan-lawan politiknya. Perjuangannya dalam membela hak kaum pribumi, benar-benar menempatkan dirinya menjadi seorang tokoh yang benar-benar dihormati. Dialah tokoh politik yang berhasil menggabungkan retorika politik melawan penjajah Belanda dengan ideologi kebangsaan, sehingga mengenyahkan penjajah dari bumi Nusantara.
Walaupun, akhirnya ia tinggalkan karena muak dengan kebiasaan sembah jongkok yang baginya sangat melecehkan.
Tahun 1905 Cokro pindah ke Surabaya dan bekerja pada perusahaan dagang, di samping ia juga belajar di sekolah malam Hogore Burger School. Bersama istrinya, Suharsikin, ia mendirikan kos-kosan di rumahnya. Melalui rumah kos inilah Cokro menyalurkan ilmunya dalam agama, politik dan berorasi, yang akhirnya menjadi cikal bakal pembentukan tokoh-tokoh penting di Indonesia. Suharsikin adalah cermin perempuan yang selalu memberikan bantuan moril. Sudah menjadi kebiasaannya, jika suaminya bepergian untuk kepentingan perjuangannya, istri yang sederhana dan prihatin ini mengiringi suaminya dengan sholat tahajud, dengan puasa, dan doa. Perbedaan ideologi dari para muridnya, secara tidak langsung memberikan warna sendiri bagaimana secara aktif ide-ide, ilmu dan gagasan Cokro menghujam ke dada mereka. Walaupun dengan pemahaman yang beraneka ragam, sesuai dengan latar belakang, pendidikan dan pekerjaannya masing masing. Jadi, pertarungan Soekarno, Kartosuwirjo dan Muso-Alimin sejatinya adalah pertarungan tiga murid dari seorang guru Cokroaminoto. Untuk merealisasikan perjuangan menuntut Indonesia merdeka, ia masuk ke dalam Sarekat Dagang Islam (SDI) yang saat itu dipimpin oleh H.Samanhudi di Solo. SDI adalah sebuah pergerakan pertama Indonesia yang menggelorakan semangat kemerdekaan. Bukan Budi Utomo seperti yang diketahui saat ini, karena SDI lahir lebih muda yakni pada tahun 1905. Pendistorsian sejarah semacam ini jelas kejahatan yang dilakukan oleh kelompok yang tidak sepaham, untuk mengaburkan perjuangan Indonesia secara nasional oleh SDI. Karena memang tujuan SDI adalah kemerdekaan. Semenjak masuknya Cokro ke dalam SDI, SDI berubah menjadi sebuah organisasi yang besar dan menakutkan bagi kolonial. Kemahirannya serta kepiawaiannya berpolitik dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia dan memihak kepentingan rakyat, membuat SDI begitu di gandrungi rakyat pribumi. Terlebih setelah SDI berubah menjadi SI dan ia menjadi pemimpin SI. Karena aktivitas politiknya, Belanda akhirnya menangkap Cokro pada tahun 1921, karena dikhawatirkan akan membangkitkan semangat perjuangan rakyat pribumi, walaupun akhirnya dibebaskan pada tahun 1922. Di dalam kongres tersebut, Cokro mengupas tentang pembentukan bangsa dan pemerintahan sendiri. Sebuah langkah yang sangat berani saat itu, karena bagi rakyat pribumi kemerdekaan adalah hal yang tabu untuk disampaikan. Suatu langkah politik yang benar-benar berani. Cokro membangun opini rakyat yang belum mengerti politik untuk berpihak terhadap perjuanganya. Yaitu menuntut Indonesia merdeka.
Di tengah pemerintah kolonial yang masih kuat, apalagi saat itu Belanda masih menerapkan peraturan Reegerings Reglement (RR) sebuah peraturan yang berisi larangan berpolitik, berkumpul untuk membahas perjuangan kemerdekaan. Yang otomatis Cokro saat itu harus berhadapan dengan dua lawan, yaitu Belanda dan Pangreh Praja yang menjadi kaki tangan Belanda.
Roh Cokro akan masih terus bergerak menjadi spirit perjuangan, ketika kebangsaan diartikulasikan sebagai penggerak yang aktif, tidak statis. Beliau wafat pada tanggal 17 Desember 1934 di Yogyakarta, dan dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta. 




Pesan Tersirat : Roh Cokro akan masih terus bergerak menjadi spirit perjuangan

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … HOS Tjokroaminoto Pendidik Politik Bapak Bangsa

Nasionalisme Komodo

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri
"ketik KOMODO dan kirimkan ke nomor 9818"
Pagi ini Rabu 5 Oktober 2011 baca berita (berita bisa dibaca ya ??), maksudnya baca koran ada berita Pak JK jadi duta Besar Pulau Komodo dan melakukan perjalanan serta menghimbau memberi dukungan bisa diberikan dengan mengetik KOMODO dan mengirimkannya ke nomor 9818 atau ke alamat berikut : http://www.new7wonders.com/pilih?lang=id
Bagiku partai pak JK tidak sama bahkan beda karena beliau GOLKAR aku PDI Perjuangan, kalaupun menang mBokDe Pe penjual tahu lontong dekat rumah ngak akan ikut menikmati ramainya turis beli makanan, apa lagi yu Julia penjual lopis itupun tidak akan merasakan ramainya pembeli lopis yang dijualnya. Tukang Ojek Kang Sirus yang jekso (jejeg ora iso) karena kakinya yang agak pincang akibat jatuh dari motor juga ngak akan dapat penumpang tambahan, tetapi walau aku, pedagang, sopir dan yang lain di Kepanjen Malang tidak secara langsung menikmati kemarin ikut kegiatannya Pak Duryat di karang Duren yang ngusung menyongsong peringatan "Sumpah Pemuda" yang isinya :
PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH-DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
KEDOEA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.
KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.
yang kesimpulannya Pulau Komodo juga "tumpah darah" Indonesia, dan Djitron dan Paulus adalah "berbangsa" Indonesia. Dan dengan raibnya "Candi Borobudur" dari salah satu daftar keajaiban dunia, sudah sewajarnya kita perjuangkan bersama dengan menghilangkan perbedaan Partai, Suku, Ras, Agama, Bahasa bersatu padu seperti para jong jawa, jong sumatra bond, jong celebes, jong ambon, jong minahasa dan lainnya yang "mau" bersatu padu melepaskan "EGO-nya" demi NKRI.
Dengan mengikhlaskan Rp 1000,- untuk SMS "KOMODO dan mengirimkannya ke nomor 9818", atau memberi dukungan lewat http://www.new7wonders.com/pilih?lang=id tentunya dapat ikut serta membantu Negeri Kita menjadikan Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia.

Tidak peduli Pak JK mau nyalon lagi, si Tores kebanjiran turis, Felix rumahnya jadi hotel, bang Bunganaen natinya jadi Juragan Bunga, atau apapun peningkatan status ekonomi mereka yang jelas dengan Persatuan dan Kesatuan kita BISA, dulu dijajah bisa merdeka, mengapa setelah merdeka kita tidak bisa bersatu?, toh jabatan, rejeki, nasib sudah ada yang ngatur.

Pesan Tersirat : Tujuan hidup adalah merdeka bersama Allah, Tuhan yang menciptakannya.

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Nasionalisme Komodo

Marhaenisme Bisa Hancurkan Neolib

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Karawang – Ada satu kejutan dalam peringatan Haul ke-108 Bung Karno di Tugu Kebulatan Tekad di Rengasdengklok, Karawang,Putra sulung Bung Karno, Guntur Soekarnoputra yang selama ini tidak pernah muncul dalam kegiatan politik di depan publik dan bahkan tak pernah buka suara sejak rezim Orde Baru hingga kini, tiba-tiba naik ke panggung politik dan bahkan berorasi 'keras' terkait ekonomi kerakyatan.

Guntur yang meski baru sembuh dari penyakit stroke, berbicara lantang dan berwibawa di atas panggung. Di depan seratus ribu massa yang membanjiri lapangan sekitar Monumen Rengasdengklok, Guntur dalam orasinya menyatakan, paham neoliberalisme yang merugikan rakyat akan bisa dikalahkan oleh paham marhaenisme yang diajarkan Bung Karno. Guntur mengimbau warga Indonesia agar memegang teguh ajaran Bung Karno.

"Hakekat marhaenisme adalah gotong royong yang bisa menghancurkan paham neoliberalisme dan kapitalisme. Hanya inilah yang diwariskan oleh Bung Karno sepanjang massa," seru putra sulung mantan Presiden RI Pertama Soekarno ini.

Guntur memaparkan, ajaran marhaenisme adalah praktik ekonomi kerakyatan sosialisme di Indonesia. Paham marhaenisme merupakan paham yang dianut oleh orang yang tertindas seperti kaum buruh, petani dan nelayan. "Kalau RI ingin berdiri tegak, pegang teguh ajaran Bung Karno yaitu ideologi marhaenisme," tegas pria yang memiliki hobi fotografi ini.

Ia mengemukakan, ajaran Marhaenisme adalah pikiran-pikiran dan idiologi Bung Karno yang diwariskan kepada bangsa ini sepanjang massa. "Pegang teguh ajaran Bung Karno jika masyarakat menginginkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil makmur," serunya.

Menurut Guntur, Bung Karno sebagai pemikir dan bapak idiologi, memiliki cita-cita mendirikan masyarakat sosialis yang sifatnya religius. "Sosialis modern yang berKetuhanan Yang Maha Esa. ," tuturnya.

"Pegang teguh ajaran Bung Karnio! Jangan sekali-kali dilepaskan. Meski seribu halilintar menyambar Rengasdengklok, pegang teguh ajaran Bung Karno. Kita jadi satu bangsa yang bermartabat, punya kepribadian, dan merdeka," tegas Guntur.

Lantas, Guntur bertanya kepada massa yang hadir: "Apa Indonesia belum betul-betul merdeka?" Massa pun menjawab: "Belum...! "Kita belum merdeka seratus persen. Menurut Bung Karno, ada tiga hal pokok (merdeka) yaitu, berdaulat di bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan," sahut Guntur. (H2O)




Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Marhaenisme Bisa Hancurkan Neolib

Tendangan Dari Langit

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Nikmatnya sepak bola di negeri ini tidak hanya bisa disaksikan di lapangan hijau saja. Serunya menyerukan semangat bagi tim nasional yang mencoba mencetak gol kini bukan hanya milik penggemar fanatik olahraga ini saja, tetapi juga menjadi salah satu pemicu menyeruaknya semangat nasionalisme di negeri ini. Lewat layar lebar pula semangat itu ditularkan bagi penggemar film. Dua tahun lalu, Salto Film mempersembahkan Garuda Di Dadaku yang berkisah tentang mimpi seorang anak dan dunia sepak bola. Tahun 2011 ini, mimpi itu kembali muncul lewat bakat seorang remaja asal Gunung Bromo dengan arahan sutradara Hanung Bramantyo produksi Dapur Film.
Sepak bola sebagai olahraga yang begitu dekat dengan masyarakat Indonesia ternyata masih terlalu jauh untuk diraih bagi remaja asal Langitan, Wahyu (Yosie Kristanto). Konon ia punya bakat besar dan mimpi yang sama besarnya untuk bisa bergabung di Persema (Persatuan Sepak Bola Malang) bersama dua nama besar yang sedang populer, Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan. Wahyu mungkin mewakili beberapa jiwa anak muda yang ingin menjadikan sepak bola sebagai pilihan kariernya. Berawal dari pemain bayaran untuk Desa Karangsari di lereng Gunung Bromo, Wahyu beruntung bisa bertemu dengan Coach Timo sang pelatih Persema ketika menolong anaknya yang diganggu anak jalanan di Malang. Pertemuan mereka memang hanya sekilas saja. Namun, ‘jodoh’ mempertemukan mereka kembali saat Coach Timo melihat Wahyu yang sedang berlatih bola di Gunung Bromo.
Menganggap bakatnya bisa diasah, Coach Timo mengajak Wahyu ikut try out Persema, tentunya bersama Bachdim dan Kurniawan. Masalah mulai muncul pasca tes kesehatan ditemukan penyakit osgoodschlatter di kaki kanan Wahyu. Harapan mulai pupus bagi Wahyu untuk membuktikan bahwa anak Langitan bisa bersanding dengan para pemain naturalisasi di lapangan hijau Gajayana sampai nantinya di Gelora Bung Karno. Ini bukan masalah pertama yang dihadapi Wahyu, sang ayah Darto (Sujiwo Tejo) terang-terangan menolak sepak terjang Wahyu di lapangan sepak bola. Baginya, sepak bola hanyalah memberikan angan-angan palsu tanpa ada hasil yang konkret. Namun hati Darto akhirnya luluh setelah Wahyu memenangkan pertandingan besar dan menghadiahkan kuda untuk membantu ayahnya bekerja.
Menonton film ini bagi penonton awam sepak bola tentu menjadi kesenangan tersendiri, apalagi melihat bagaimana pencapaian anak daerah menuju mimpi lapangan hijau kota besar, Malang dan Jakarta, berkali-kali disebut. Tanpa bermaksud membandingkan, Tendangan memiliki kemiripan pola mengejar mimpi karier sepak bola dengan Garuda. Berawal dari hobi, ‘dikompori’ orang terdekat untuk bisa meraih mimpi lebih tinggi tetapi terbentur dengan larangan keluarga.
Di Tendangan begitu banyak tokoh yang berperan menjadi ‘kompor’ untuk memanasi Wahyu pilihan mana yang sebaiknya dipilih. Awalnya, ketika Wahyu berseteru dengan Darto yang terus melarangnya bermain bola, Hasan (Agus Kuncoro) selalu berada di belakang Wahyu mendukung setiap pilihan langkahnya. Hasan bahkan mempertemukan Wahyu dengan Gatot (Toro Margens), yang akhirnya menghadiahinya kuda setelah memenangkan pertandingan. Hasan selalu muncul di saat-saat terburuk Wahyu, termasuk saat amarah Darto memuncak Hasan juga membongkar kenapa Darto begitu membenci sepak bola. Saat itu Wahyu merasa ada dalam lindungan Hasan, sang Pak Le yang bisa menyelamatkan mimpinya di lapangan hijau.
Keadaan menjadi berbalik ketika Darto mulai luluh dan mengizinkan Wahyu main sepak bola. Awalnya terkesan mendukung Wahyu bermain bola untuk mengejar impian sekaligus mendapat uang tambahan, Hasan justru sempat menghalangi niat Wahyu untuk menerima tawaran Coach Timo di Persema. Hasan memang sempat mengantar Wahyu menuju markas Persema, tapi ketika di tengah jalan ban motor Hasan pecah dan Wahyu nyaris terlambat, Hasan masih berniat membuat Wahyu mengurungkan niatnya itu.
Perlahan-lahan karakter Hasan terlihat memiliki hidden agenda terhadap Wahyu. Ia ingin Wahyu tetap bermain sebagai pemain bayaran sebagai bahan taruhan bola warga Karangsari. Hal ini baru terungkap jelas di akhir film ketika ia berhasil mengumpulkan banyak uang taruhan saat Wahyu kembali bermain untuk Karangsari. Padahal, bagi saya sendiri tokoh yang diperankan Agus Kuncoro ini begitu menarik perhatian. Mulai dari sikapnya yang provokatif bagi Wahyu, terkadang jenaka kala bercanda, sampai sikapnya yang agak penakut ketika berhadapan dengan Gatot. Terlihat dari dialognya dengan Wahyu yang cukup mendominasi di awal film. Ia juga memposisikan dirinya sebagai pelindung Wahyu dengan berkali-kali menyebut dirinya “Pak Le” alias paman untuk mengesankan kedekatannya dengan Wahyu. Didukung dengan ketidakakuran Wahyu dengan Darto, situasi tersebut sangat menguntungkan posisi Hasan di mata Wahyu.
Ketamakan Hasan terbongkar seiring dengan perubahan sikap Darto yang melunak. Sang ayah yang sudah terbuka dan mengizinkan Wahyu bergabung di Persema ditunjukan dengan mimik Sujiwo Tejo yang makin mengumbar senyum. Pemilihan kata-kata yang seperti berpantun makin menguatkan sosok Darto yang justru sudah berada di pihak Wahyu dan membebaskan pilihannya. Hal ini terlihat ketika Wahyu didera kebingungan memilih antara cintanya dengan Indah (Maudy Ayunda), sang gadis impian atau sepak bola. Darto hanya memberikan nasihat “Cinta itu harus memilih salah satu, yang satunya lagi hanya menghormati” atau cara Darto yang berusaha menggoda Wahyu dengan pantunnya, “Kalau cinta melekat, tai kucing terasa cokelat”. Guyonan Darto tersebut seolah meruntuhkan karakternya yang sebelumnya ditampilkan sebagai ayah yang kaku, pemarah dan tidak suportif.
Celetukan Sujiwo Tejo yang banyak menyelipkan kritik sosial seputar sepak bola, politik dan percintaan remaja memberikan kesegaran tersendiri bagi tokoh Darto dan dialog yang dilontarkannya. Selipan nyeleneh Darto ini seperti ingin menyindir masalah-masalah persepakbolaan Indonesia yang kini penuh dengan campur tangan beberapa pihak. Di sisi lain, tidak dipungkiri sepak bola masih dianggap sebagai salah satu alat pemicu nasionalisme di negeri ini. Hal ini juga terlihat di awal film ketika menampilkan pertandingan sepak bola zaman dulu sampai kekalahan tim nasional Indonesia di piala AFF dengan Malaysia. Masyarakat pun menyatukan suara dan semangat untuk tetap mendukung Indonesia.
Kembali ke film, dua tokoh Hasan dan Darto ini membantu menguatkan karakter Wahyu yang masih nampak datar dan tidak dominan. Wahyu mungkin memang tidak digambarkan sebagai sosok yang ekspresif atau jenaka seperti kedua temannya yang diperankan oleh Jodi Onsu dan Joshua Suherman. Namun, tokoh Wahyu justru menonjol akibat munculnya karakter-karakter lain yang menguatkan sosok Wahyu itu sendiri.
Adegan Wahyu yang menangis akibat vonis kaki kanannya makin terasa emosional saat Darto berusaha menenangkan sekaligus ikut marah lewat kata-katanya yang menyalahkan sistim politik dan sepak bola Indonesia. Adegan tersebut melibatkan Wahyu, Darto dan ibu Wahyu pada tiga tempat berbeda namun mereka semua merasakan kepedihan yang sama. Selain itu, adegan Wahyu-Darto-Hasan yang berkelahi di depan warung kopi lapangan Karangsari juga memanas lewat dialog-dialog Darto dan Wahyu. Kembali emosi penonton dipancing lewat amarah Darto dan pernyataan tulus Wahyu tentang keinginannya membahagiakan sang ayah. Boleh diakui, dialog antar tokoh inilah yang menjadi salah satu kekuatan film yang cukup membuat mengharubiru.
Terlepas dari dialog-dialog yang memorable, beberapa detail adegan nampaknya luput dari perhatian. Kaki kanan Wahyu divonis osgoodschlatter, namun ketika Wahyu tumbang saat main bola di Karangsari, ia terlihat memegang kaki kirinya. Di adegan berikutnya ia baru memegang kaki kanannya. Film yang kental unsur Jawa Timur ini seperti ingin masuk sampai logat para pemainnya. Sayangnya logat Maudy Ayunda justru terkesan dipaksakan. Terasa perbedaan signifikan dengan Melly atau Wahyu sendiri.
Lepas dari semua itu, Tendangan merupakan salah satu film yang menyenangkan ditonton di musim libur Lebaran ini. Unsur lokal yang kental lewat lokasi dan dialognya, nuansa sepak bola yang penuh pesan nasionalisme sekaligus ajang jualan para pemain naturalisasi yang sedap dipandang mata. Meskipun Bachdim dan Kurniawan dipajang sebagai ‘dagangan’ utama film ini, bagi saya dua bule abg itu tidak membuat ingin menatap mereka lebih lama, atau mendengar mereka berdialog dalam bahasa Indonesia barang sepatah dua patah kata. Tidak perlu produk impor untuk membuat film ini enak dipandang dan didengar. Cukup memandang indahnya lereng Bromo, mendengar celetukan nyeleneh khas Sujiwo Tejo maka lengkaplah film ini untuk bisa nendang bagi penikmat film tanpa perlu menjadi pecinta sepak bola.


Pesan Tersirat : Film yang bercerita tentang rasa nasionalisme
sumber artikel : cinemapoetica.com

Check
Read More … Tendangan Dari Langit

Jangan Dustakan Pancasila Sebagai Dasar Negara, Falsafah dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Di akhir-akhir ini banyak permasalahan bangsa yang sangat menyita perhatian masyarakat. Mulai dari Kasus Bank Century, Mafia Perpajakan, Mafia Peradilan, tawuran antar kelompok/suku/ golongan, dan kasus-kasus lain yang ada di daerah. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa permasalahan itu terjadi …??? Jawabnya adalah telah terjadi pendustaan terhadap dasar Negara kita yaitu Pancasila.

Pancasila pada hakekatnya merupakan sistem nilai (Value System) yang merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur dan kebudayaan bangsa Indonesia, yang berakar dari unsur-unsur kebudayaan secara keseluruhan terpadu menjadi kebudayaan bangsa Indonesia. Proses terjadinya Pancasila melalui suatu proses yang disebut kausa materialism karena nilai-nilai Pancasila sudah ada dan hidup sejak jaman dahulu yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan yang diyakini kebenarannya itulah yang menimbulkan tekad bangsa Indonesia untuk mewujudkannya dalam sikap dan tingkah laku serta perbuatannya.

Kehidupan bangsa Indonesia memerlukan adanya implementasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, supaya nilai norma dan etika yang terkandung di dalam Pancasila benar-benar menjadi bagian yang utuh dan dapat menyatu dengan kepribadian setiap manusia Indonesia, sehingga dapat membentuk pola sikap, pola pikir dan pola tindak serta memberi arah kepada manusia Indonesia.

Pancasila sebagai landasan moral bangsa Indonesia sangat dibutuhkan karena:

1. Pancasila memberikan keharmonisan dalam hubungan sosial karena Pancasila Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa serta mengembangkan sikap saling mencintai dan sikap saling tenggang rasa kepada sesama.

2. Pancasila menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

3. Pancasila sebagai landasan kesabaran untuk dapat bertahan terhadap naluri dan keinginan nafsu dan memberi daya tahan dalam menunda dorongan rendah yang mengancam harkat dan martabat

4. Pancasila memberikan motivasi dan inspirasi dalam pola sikap, pola pikir dan pola tindak setiap manusia untuk berbuat kebaikan dan kebajikan berlandaskan moral dan etika yang ada di dalam masyarakat Indonesia.

Pancasila sebagai dasar Negara, system filsafat, serta pandangan hidup bangsa Indonesia harus diamalkan semua sila yang ada dalam Pancasila secara serasi, selaras dan sebagai satu kesatuan yang utuh, melalui pengamalan 45 butir Pancasila yaitu:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa 
(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. (6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, (7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 
(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, (2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya, (3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, (4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira, (5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, (6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, (7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, (8) Berani membela kebenaran dan keadilan, (9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, (10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain,

3. Persatuan Indonesia
(1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan, (2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan, (3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa, (4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia, (5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social, (6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, (7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa,

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama, (2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain, (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama, (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan, (5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah, (6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah, (7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan, (8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur, (9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama, (10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
(1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan, (2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama, (3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, (4) Menghormati hak orang lain, (5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri, (6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain, (7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah, (8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum, (9) Suka bekerja keras, (10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama, (11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.


Permasalahan bangsa ini terjadi karena kurangnya penanaman, pemahaman dan imlplementasi terhadap nilai-nilai luhur, norma dan etika yang terkandung di dalam Pancasila yang pada akhirnya menimbulkan permasalahan-permasalahan yang akan menggangu jalannya pembangunan di Indonesia.

Betapa indahnya butir-butir Pancasila untuk diamalkan, diimplementasikan, dan dihayati dalam sendi-sendi kehidupan sehari-hari baik kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan Tersirat : “Jangan dustakan Pancasila sebagai dasar Negara, Falsafah, dan Pandangan Hidup bangsa Indonesia” untuk menuju Indonesia damai, bersatu, berdaulat adil dan makmur menuju Indonesia yang sejahtera.




Read More … Jangan Dustakan Pancasila Sebagai Dasar Negara, Falsafah dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia

Sebuah Inspirasi Pelayan Rakyat

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Ini memang bukan seseorang yang mengenal Pancasila, tetapi dia telah menjalani jiwa Pancasilais.

Semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita, terutama orang kalangan atas pejabat dan menteri!!

Presiden Iran pada saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad yang belum tentu orang ketahui, dan pastiyang membuat orang ternganga dan terheran-heran :
  1. Saat pertama kali memasuki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid  di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
  2. Ia mengamati ada ruangan yang terlalu besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
  3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
  4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
  5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
  6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250. (Bersyukurlah Sertivikasi guru lebih gede)
  7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
  8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.(Betapa bahagia makan dari bekal buatan istri, masihkan anda rasakan saat ini ??)
  9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
  10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
  11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto-foto yang diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
  12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka (Maukah seorang Kiai, habib, Ustad, Bupati, Pejabat duduk sesuai kedatangannya ??)
  13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa 
  14. Baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh.

Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden sebegitu sederhanakah dia?
Pesan Tersirat : Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti itu 
Sumber : http://berita-aneh.blogspot.com/

Check
    Read More … Sebuah Inspirasi Pelayan Rakyat

    Bukber dan Pengajian Pancasila

    Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri
    Pada Hari Sabtu 13 Agustus2011 bertempat di gedung nasionalis dilaksanakan kegiatan berbuka bersama yang kemudian dilanjutkan pengajian Pancasila. Kegiatan yang dihadiri sekitar 80an orang ini menghadirkan pembicara tunggal Bpk Djati Kusumo

    Dalam pencerahan yang diberikan pak djati diampaikan tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana dia sampaikan tentang pemahaman Sila pertama dari Pancasila, dimana Tiada Tuhan Selain Allah yang artinya Tuhan adalah Allah tetapi Allah bukan Tuhan karena Tuhan ada didalam diri kita sehingga disebutkan, mintalah dengan suara yang hanya didengar olehmu karena Tuhan bertempat didekatmu, lenih dekat dari urat nadimu. Sedangkan Allah adalah Dzat yang maha Agung atau seru sekalian alam, sehingga karena kebesaran Allah maka kita harus meyakininya tanpa pengecualian.

    Sebagai contoh beliau mengatakan saat hujan dan kita tengadahkan telapak tangan kita, maka yang menempel di tangan kita adalah air, dimana air yang menetes bukanlah laut, tetapi kalau laut pastilah air.

    Pemahaman tentang perbedaan Tuhan dan Allah hanya mampu dilakukan oleh orang yang mukmin dan bangsa kita adalah orang-orang yang mukmin, yang dapat menelaah dengan jernih tentang ketuhan.





    Pesan Tersirat :

    Read More … Bukber dan Pengajian Pancasila

    Apa Arti Merdeka Bagimu

    Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri


    Dalam Posting Facebook yang aku baca banyak teman-teman mendukung kalau ada mengatakan belum merdeka, kemerdekaan yg bagaimana? merdeka atau sejahterakah maksudnya? Sebagai negara kita sudah merdeka tapi sebagai warga negara kita belum sejahtera dan masih banyak komentar bernada miring.
    Kalau kita simak sungguh-sungguh arti kemerdekaan
    dalam Kamus Bahasa Indonesia sama artinya dengan bebas, dapat mengatur dan melaksanakan sesuatu dengan kemauan sendiri, tanpa adanya paksaan, ancaman, atau tekanan orang lain. Merdeka adalah kebebasan seutuhnya yang dimiliki setiap manusia itu yg paling hakiki ialah bebas menentukan nasib sendiri. Jadi kalau kita menjadi budak asing dalam bidang ekonomi serta hal-hal yang lain adalah karena kehendak bebas/merdeka dari pemerintah sebagai wakil negara yang formal untuk membuat suatu kebijakan keputusan. Sebagai warga negarapun kita bebas menentukan pilihan hidup, Soal kita berhasil/gagal itu resiko pilihan atau keputusan yang telah dipilih.
    Sehingga kalau yg dimaksud merdeka itu bebas tanpa aturan tentunya tidak akan ada batasannya (absolut) dan tidak mungkin terwujud. Sebagai warga negara makin maju harus semakin terikat pada norma yg disetujui bersama dan berlaku untuk semua apapun jabatannya dalam negara harus tunduk kepada norma yang ada di Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 45.
    Bagaimana jika terjadi kesalahan pengambilan keputusan oleh penyelenggara negara yang berakibat menyusahkan rakyat, jalan terbaik adalah bekalilah anak-anak dan pemuda agar jangan bertindak seperti itu bila tiba gilirannya jadi penjabat, disamping itu hukum ditegakkan dan pengadilan yang terbuka serta adil terhadap seluruh masyarakat tanpa tebang pilih.
    Hanya saja hukum tidak menjawab segala kebutuhan, hukum hanya obat bagi penyakit yang melanggarnya, sedangkan masalah Ekonomi, sosial budaya dan hal-hal yang lain masih harus d upayakan agar wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyar Indonesia dapat segera tercapai

    Menganggap kebebasan berpendapat seperti negara barat adalah kemerdekaan Memakai Blek Beri adalah kemerdekaan Sekolah tanpa seragam dan tanpa sopan santun adalah kemerdekaan Free sek adalah kemerdekaan melakukan tindakan

    kemerdekaan negara kita berbeda dengan itu




    Pesan Tersirat : http://www.facebook.com/pages/

    Check
    Read More … Apa Arti Merdeka Bagimu

    Nasionalisme Dimata INUL DARATISTA

    Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

    Ketika diajak produser ikut berpartisipasi dalam musikal ludrukan ”Kartolo Mbalelo”, Inul Daratista (31) langsung menyanggupinya. Bagi pedangdut ini, ludruk adalah wacana nasionalis dalam berkesenian.

    ”Ludruk itu bentuk wacana kesenian tradisional dan berfungsi sebagai cermin angan-angan kolektif rakyat kecil. Sajian humornya yang mendidik bisa dijadikan alat protes sosial,” katanya.

    Ibu satu anak ini menambahkan, ”Aku punya prinsip, bila untuk perkembangan dan kemajuan budaya bangsa, aku pasti mendukung. Aku langsung mau karena ludruk itu nasionalis banget,” tutur Inul.

    Bersama pemain ludruk asal Jawa Timur, dia akan tampil dalam ”Kartolo Mbalelo” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 1-2 Juli mendatang.

    Pemilik nama asli Ainur Rokhimah ini mengatakan, ”Kartolo Mbalelo” berbentuk lawak untuk melepaskan ketegangan dan stres sekaligus memberikan pemikiran baru terhadap kondisi sosial masa kini.

    Selain Inul, berada di panggung yang sama antara lain Cak Kartolo, pasangan Nurbuat-Rohana, dan Cak Lontong. Sebagai bintang tamu, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan Wakil Ketua DPR Promono Anung.

    ”Meski dengan wacana banyolan, alur ceritanya membuatku tertarik, terutama menanggapi kondisi sosial politik yang gonjang-ganjing,” kata Inul tentang ”Kartolo Mbalelo”

    Pesan Tersirat :
    Sumber : kompas.com

    Check
    Read More … Nasionalisme Dimata INUL DARATISTA

    Bahkan Ulama Lebanon Puji Pancasila

    Pancasila untuk DUNIA
    Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri


    Ulama Lebanon Syeikh Ali Zainuddin menyatakan kekagumannya atas peran Pancasila dalam mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam suku dan agama.

    "Filsafat Pancasila sebagai panduan dan pedoman masyarakat sehingga mampu menciptakan kerukunan hidup umat dari berbagai latar belakang suku agama, budaya dan bahasa di Indonesia," kata Syeikh Zainuddin dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Lebanon, Dimas Samodra Rum di Shouf, wilayah di sebelah timur Ibu Kota Beirut.

    Syeikh Zainuddin yang juga Ketua Al-Irfan Foundation, salah satu Yayasan Sosial masyarakat Muslim Druz di Lebanon, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat penjelasan tentang Pancasila itu dari beberapa ulama Lebanon yang baru-baru ini berkunjung ke Indonesia, demikian siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Lebabon yang diterima ANTARA Kairo.

    "Saya banyak mendapatkan pelajaran tentang Indonesia dari Syeikh Sami Abil Mona dan Syeikh Sami Abdul Khalik, keduanya utusan komunitas Druz yang berpartisipasi pada Dialog Lintas Agama II di Malang, Indonesia pada Februari 2011 lalu," terang Sheikh Ali Zainuddin.

    Sheikh Ali juga berharap agar Lebanon --yang pernah dilanda perang saudara akibat konflik sektarian-- dapat meniru Indonesia dalam menjalankan kehidupan masyarakat dan pemerintahan yang bersatu.

    Disebutkan, Indonesia mampu mengedepankan citra Muslim yang ramah, toleran dan sejalan dengan demokrasi, sehingga menjadi modal utama umat Islam dalam mengangkat citra Islam di mata dunia internasional.

    Dubes Dimas mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga disepakati rencana pengembangan kerja sama antara Indonesia dengan masyarakat Druz melalui pemanfaatan potensi masing-masing.

    "KBRI dan Sheikh Syeikh Zainuddin sepakat bahwa potensi masing-masing di bidang ekonomi dan perdagangan dapat dieksplorasi untuk pengembangan kerja sama nyata pada masa depan," ungkap Dubes Dimas Samodra Rum.

    Masyarakat Druz bermukim di sepanjang dataran tinggi Shouf yang merupakan tanah pertanian subur. Sebagian besar masyarakatnya merupakan para petani anggur dan pohon Zaitun.

    Kedua pihak dapat menjajaki kerja sama di bidang perdagangan dan berbagi pengalaman dan keahlian bercocok-tanam.

    Kekaguman Sheikh Ali juga tercermin dari sambutan masyarakat Druz yang menerima kehadiran rombongan KBRI Beirut dengan antusias.

    "Saat tiba di salah satu sekolah di wilayah Shouf, para siswa menyambut kami dengan lambaian bendera Indonesia dan Lebanon serta mengumandangkan lagu Indonesia Raya," ungkap Ahmad Syofian, Sekretaris Ketiga Pensosbud KBRI Beirut.

    Syofian menjelaskan, pihak sekolah juga menampilkan video tentang aneka daerah pariwisata di Indonesia seperti Bali, Raja Ampat (Papua), Bandung, dan Lombok.

    Druz -- dalam bahas Arab Durzi -- adalah sebuah sekte Syiah yang muncul pada abad 11 Masehi di Irak saat Pemerintahan Islam Syiah, Bani Fathimiyah.

    Saat ini masyarakat Druz tersebar di beberapa wilayah termasuk Lebanon, Suriah dan Israel. Druz lebih senang menyebut kelompoknya dengan "Al Muwahhidin", orang-orang yang mengesakan Tuhan.

    Pesan Tersirat : Indonesia mampu mengedepankan citra Muslim yang ramah, toleran dan sejalan dengan demokrasi,

    Sumber : http://oase.kompas.com/read/2011/05/10/02145026/Ulama.Lebanon.Puji.Pancasila

    Check
    Read More … Bahkan Ulama Lebanon Puji Pancasila
     

    Free Blog Templates

    Blog Tricks

    Easy Blog Tricks

    bukan blog koruptor

    perangi korupsi
    dari dirimu sendiri
    ©  Grunge Theme Copyright by Paguyuban NASIONALIS Kab Malang | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks