Pesan Tersirat :
Check Co
perkumpulan yg bersifat kekeluargaan, didirikan orang-orang yg sepaham (pencinta nusa dan bangsa Indonesia) untuk membina persatuan (orang yg memperjuangkan kepentingan bangsanya) di atas kepentingan kelompok, suku, ras, agama, golongan PANCASILA, UUD 45, MERAH PUTIH, NKRI
Karawang – Ada satu kejutan dalam peringatan Haul ke-108 Bung Karno di Tugu Kebulatan Tekad di Rengasdengklok, Karawang,Putra sulung Bung Karno, Guntur Soekarnoputra yang selama ini tidak pernah muncul dalam kegiatan politik di depan publik dan bahkan tak pernah buka suara sejak rezim Orde Baru hingga kini, tiba-tiba naik ke panggung politik dan bahkan berorasi 'keras' terkait ekonomi kerakyatan.
Guntur yang meski baru sembuh dari penyakit stroke, berbicara lantang dan berwibawa di atas panggung. Di depan seratus ribu massa yang membanjiri lapangan sekitar Monumen Rengasdengklok, Guntur dalam orasinya menyatakan, paham neoliberalisme yang merugikan rakyat akan bisa dikalahkan oleh paham marhaenisme yang diajarkan Bung Karno. Guntur mengimbau warga Indonesia agar memegang teguh ajaran Bung Karno.
"Hakekat marhaenisme adalah gotong royong yang bisa menghancurkan paham neoliberalisme dan kapitalisme. Hanya inilah yang diwariskan oleh Bung Karno sepanjang massa," seru putra sulung mantan Presiden RI Pertama Soekarno ini.
Guntur memaparkan, ajaran marhaenisme adalah praktik ekonomi kerakyatan sosialisme di Indonesia. Paham marhaenisme merupakan paham yang dianut oleh orang yang tertindas seperti kaum buruh, petani dan nelayan. "Kalau RI ingin berdiri tegak, pegang teguh ajaran Bung Karno yaitu ideologi marhaenisme," tegas pria yang memiliki hobi fotografi ini.
Ia mengemukakan, ajaran Marhaenisme adalah pikiran-pikiran dan idiologi Bung Karno yang diwariskan kepada bangsa ini sepanjang massa. "Pegang teguh ajaran Bung Karno jika masyarakat menginginkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil makmur," serunya.
Menurut Guntur, Bung Karno sebagai pemikir dan bapak idiologi, memiliki cita-cita mendirikan masyarakat sosialis yang sifatnya religius. "Sosialis modern yang berKetuhanan Yang Maha Esa. ," tuturnya.
"Pegang teguh ajaran Bung Karnio! Jangan sekali-kali dilepaskan. Meski seribu halilintar menyambar Rengasdengklok, pegang teguh ajaran Bung Karno. Kita jadi satu bangsa yang bermartabat, punya kepribadian, dan merdeka," tegas Guntur.
Lantas, Guntur bertanya kepada massa yang hadir: "Apa Indonesia belum betul-betul merdeka?" Massa pun menjawab: "Belum...! "Kita belum merdeka seratus persen. Menurut Bung Karno, ada tiga hal pokok (merdeka) yaitu, berdaulat di bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan," sahut Guntur. (H2O)
Melanjutkan kegitan Ngaji Pancasila, pada hari Sabtu 25 Juni, bertempat di Rumah Tarmuji pada pukul 19.15 di awali oleh Sujud Pribadi memberikan makna berkehidupan Pancasila, dinginnya malam yang cukup menggigit tidak menjadikan para undangan khusunya warga desa Sidodadi meninggalkan tempat. Suasana yang penuh semangat menjadikan sekitar 70-an warga yang memiliki rasa kangen pada Bupati yang telah menyelesaikan tugasnya pada tahun 2010 lalu menjadi terhibur
Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 200 orang ini menjadi salah satu dari rangkaian cara Paguyuban Nasionalis kabupaten Malang. Dalam acara ini dihadiri pula oleh Kades Ngadirejo, Ketua DPRD Hari Sasongko, Tokoh masyarakat Sujud Pribadi. Dari Kecamatan Wonosari Tampak Gatot, Pakisaji diwakili Kusnadi dan Purnomo, tampak pula Herman Hidayat dari Kec. Kepanjen dan masih banyak dari Kecamatan lain seperti Ngantang, Kasembon, Poncokusumo, Dampit, Turen, Pagak dan sebagainya. Sebagai pembicara adalah Tokoh Djati Kusumo

Dengan tidak adanya pengajaran materi Pancasila sehingga tidak mengejutkan ketika kurun waktu terakhir banyak persoalan di negeri ini yang melenceng dari nilai-nilai Pancasila dan mengancam NKRI.
GM FKPPI menganggap pewajiban pengajaran Pancasila adalah hal penting agar tidak muncul kelompok atau ormas yang ideologi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. “GM FKPPI akan berada di garis paling depan untuk mempertahankan NKRI dan menjaga ideologi Pancasila,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mendukung komitmen GM FKPPI tersebut karena saat ini nilai-nilai Pancasila mulai terkikis.”Saya bangga dengan GM FKPPI yang peduli untuk menjaga nilai-nilai Pancasila,” katanya.
Pak De Karwo, sapaan akrabnya, memuji peran serta GM FKPPI yang menjaga kemurnian Pancasila dan keutuhan NKRI dan hal itu dapat dirasakan dengan adanya kenyamanan dan keamanan di wilayah Jatim. Oleh karena itu, kegiatan Diklatsar yang dilakukan oleh GM FKPPI ini harus mendapatkan dukungan karena dapat menumbuhkan jiwa-jiwa kebangsaan.
Terpisah, Agus Suryanto mengakui kalau selam 13 tahun GM FKPPI vakum. Dan yang perlu diketahui bahwa GM FKPPI ini adalah rumah bersama bukan partai politik,” tegasnya.