Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Jenderal Gatot Subroto


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Jenderal Gatot Subroto lahir di Banyumas 10 Oktober 1909, ini sejak anak-anak sudah menunjukkan watak seorang pemimpin. Dia memiliki keberanian, ketegasan, tanggung jawab, dan berpantang akan kesewenangan. Pengalaman tidak manis pernah dialaminya ketika masih bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS). Karena berkelahi dengan seorang anak Belanda, dia akhirnya dikeluarkan dari sekolah tersebut. Kasus itu sudah cukup menunjukkan bahwa sejak kecil dirinya sudah memiliki sifat pemberani dan tegas. Di kala orang tidak ada yang berani menantang anak-anak Belanda yang merasa lebih tinggi derajatnya dari kaum pribumi, Gatot Subroto dengan tanpa gentar sedikitpun maju menantang.

Dikeluarkan dari sekolah ELS dia kemudian masuk ke sekolah Holands Inlandse School (HIS). Dari sana, dia akhirnya menyelesaikan pendidikan formalnya. Namun setamat HIS, dia memilih tidak meneruskan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi, tetapi bekerja sebagai pegawai. Pilihannya menjadi pegawai tersebut ternyata juga tidak memuaskan jiwanya. Dia kemudian keluar dari pekerjaanya dan masuk sekolah militer di Magelang pada tahun 1923. Setelah menyelesaikan pendidikan militer, Gatot pun menjadi anggota KNIL (Tentara Hindia Belanda) hingga akhir pendudukan Belanda di Indonesia.

Tentara yang aktif dalam tiga zaman ini pernah menjadi Tentara Hindia Belanda (KNIL) pada masa pendudukan Belanda, anggota Pembela Tanah Air (Peta) pada masa pendudukan Jepang dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) setelah kemerdekaan Indonesia serta turut menumpas PKI pada tahun 1948. Ia juga menjadi penggagas terbentuknya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Berpendirian tegas dan memiliki solidaritas yang tinggi, merupakan ciri khas dari Jenderal Gatot Subroto. Pria lulusan Sekolah Militer Magelang masa pemerintahan Belanda, ini paling tidak bisa mentolerir setiap tindak kezaliman, walau oleh siapapun dan kapanpun.

Ketika Perang Dunia ke II bergolak, pasukan Belanda berhasil ditaklukkan pasukan Jepang. Indonesia yang sebelumnya merupakan daerah pendudukan Belanda beralih jadi kekuasaan pemerintah Kerajaan Jepang. Pada masa Pendudukan Jepang ini, Gatot pun langsung mengikuti pendidikan Tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yakni pendidikan dalam rangka perekrutan tentara pribumi oleh pemerintahan Jepang di Indonesia. Tamat dari pendidikan Peta, dia diangkat pemerintah Jepang menjadi komandan kompi di Sumpyuh, Banyumas dan tidak berapa lama kemudian dinaikkan menjadi komandan batalyon.
Kesertaan Gatot Subroto menjadi anggota KNIL maupun Peta tidaklah mengindikasikan dirinya seorang kaki tangan pihak kolonial atau jiwa kebangsaannya yang rendah. Tapi hal itu hanyalah sebatas pekerjaan yang sudah lumrah zaman itu. Jiwa kebangsaan Gatot Subroto tetap tinggi. Di dalam menjalankantugasnya sebagai tentara pendudukan, perlakuannya sering terlihat memihak kepada rakyat kecil.

Perlakuan itu bahkan sering diketahui atasannya sehingga dia sering mendapat teguran. Bahkan karena begitu tebalnya perhatian dan solider terhadap kaumnya, sering sebagian dari gajinya disumbangkan untuk membantu keluarga orang hukuman yang ada di bawah pengawasannya. Begitu juga halnya pada masa pendudukan Jepang, dia sering menentang orang Jepang yang bertindak kasar terhadap anak buahnya.
Terhadap bawahannya, Gatot juga terkenal sebagai seorang pimpinan yang sangat perhatian. Namun walaupun begitu, sebagai militer, tanpa pandang bulu dia juga sangat tegas terhadap anak buahnya yang melanggar disiplin.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Gatot langsung masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR), tentara bentukan pemerintah Indonesia sendiri dan merupakan tentara resmi RI yang dalam perjalanannya kemudian berganti nama menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Sejak kemerdekaan hingga pengakuan kedaulatan kemerdekaan RI atau pada masa Perang Kemerdekaan yakni antara tahun 1945-1950, dia dipercayai memegang beberapa jabatan penting. Pernah dipercaya menjadi Panglima Divisi II, Panglima Corps Polisi Militer, dan Gubernur Militer Daerah Surakarta dan sekitarnya.

Bersamaan di saat dirinya menjabat Gubernur Militer Daerah Surakarta dan sekitarnya, pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Madiun pun bergolak yakni pada bulan September 1948. Pemberontakan yang didalangi oleh Muso itu akhirnya berhasil diatasi dengan gemilang. Setelah banyak terjadi peristiwa dalam mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda, pengakuan kedaulatan republik ini pun berhasil diperoleh. Pasca pengakuan kedaulatan itu, Gatot Subroto semakin dipercaya mengemban tugas yang lebih tinggi. Dia diangkat menjadi Panglima Tentara & Teritorium (T & T) IV I Diponegoro.Namun karena sesuatu hal pada tahun 1953, dia sempat mengundurkan diri dari dinas militer. Namun tiga tahun kemudian dia diaktifkan kembali sekaligus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Di kalangan militer, dia dikenal sebagai seorang pimpinan yang mempunyai perhatian besar terhadap pembinaan perwira muda. Menurutnya, salah satu cara untuk membina perwira muda adalah dengan menyatukan akademi militer setiap angkatan yakni Angkatan Darat, Laut, dan Udara, menjadi satu akademi. Gagasan tersebut akhirnya terwujud dengan terbentuknya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

Gatot Subroto akhirnya meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 11 Juni 1962, pada usia 55 tahun. Sang Jenderal ini dimakamkan di desa Sidomulyo, kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Atas jasa-jasanya yang begitu besar bagi negara, seminggu setelah kematiannya, Jenderal Gatot Subroto dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang dikuatkan dengan SK Presiden RI No.222 Tahun 1962, tgl 18 Juni 1962.

Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Jenderal Gatot Subroto

Pencipta Lagu Anak-anak Indonesia


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Ibu Soed (Arsip mestimoco.com)
Jika mendengan nama Saridjah Niun Soedibyo kelahiran Sukabumi, kebanyakan orang tidak akan mengenal nama ini. Wanita yang terlahir pada tanggal 28 Maret 1908 di Sukabumi, Jawa Barat ini sebenarnya adalah pencipta lagu anak-anak yang legendaris. Dia telah menciptakan ratusan lagu anak-anak. Tokh musik tiga jaman ini (Belanda, Jepang dan Indonesia) lebih dikenal dengan nama Ibu Soed. Ia pertama kali memperdengarkan suaranya melalui radio NIROM Jakarta pada tahun 1927

Ia ikut mengiringi lagu Indonesia Raya ketika pertama kali dilantunkan di  Gedung Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Dia bertindak sebagai pemusik biola.

Ibu Soed yang memiliki nama asli Saridjah, anak bungsu dari dua belas orang bersaudara, putri pelaut berdarah Bugis Mohamad Niung, yang menetap di Sukabumi, Jawa Barat kemudian pelaut ini menjadi pengawal Prof. Dr. Mr. J.F. Kramer, seorang indo-Belanda yang kemudian menjadikan Saridjah menjadi anak asuhnya. Di bawah pengasuhan sang ayah angkat, Saridjah  mendapat pendidikan seni suara, seni musik dan belajar menggesek biola.

Setelah   menamatkan pendidikan di Kweekschool,  Bandung,  Saridjah mengajar di beberapa HIS antara lain HIS Petojo, HIS Jalan Kartini, dan HIS Arjuna (1925-1941). Dia prihatin melihat anak-anak  Indonesia yang tampak kurang berbahagia. Lalu dia berpikir untuk  menyenangkan anak-anak itu dengan menyanyi. Dia pun berpikir  sebaiknya anak-anak Indonesia itu dapat menyanyi dalam bahasa Indonesia.Maka, dia pun mulai mencipta lagu  untuk anak-anak Indonesia.

Lagu-lagu ciptaannya, tidak hanya  memberi kegembiraan kepada anak-anak, tetapi juga mendorong mereka  berkhayal, berimajinasi menjadi anak bangsa yang kelak berbakti dan  mencipta untuk kejayaan bangsanya. Selain menciptakan sejumlah lagu  kanak-kanak berirama ceria, antara lain Hai Becak, Ketilang, Kupu-kupu,  dan Bila Aku Besar, juga lagu ceria patriotik seperti Tanah Airku dan  Berkibarlah Benderaku.
Berkibarlah Benderaku diciptakan setelah  dia melihat kegigihan Yusuf Ronodipuro, seorang pimpinan RRI pada  tahun-tahun pertama Indonesia merdeka. Yusuf menolak menurunkan Sang  Saka Merah Putih yang sedang berkibar di kantornya, walaupun dalam  ancaman senjata api.

Semangat cinta tanah air juga terukir sangat dalam di lagu Tanah Airku:


 Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan


Lebih  dari 200 lagu telah dia ciptakan. Di tengah kesibukannya mengajar dan mencipta lagu, ia juga pernah menulis naskah sandiwara dan sekaligus mementaskannya. Yakni  Operette Ballet Kanak-kanak Sumi di Gedung Kesenian, Jakarta, 1955. Nani Loebis Gondosapoetro sebagai penata tari  dan RAJ Soedjasmin sebagai penata musik.
Selain itu, saat aktif sebagai anggota organisasi Indonesia Muda tahun 1926, ia juga membentuk grup Tonil Amatir. Hasilnya, lebih dari cukup. Selain aktivitasnya tidak hanya menonjol sebagai guru dan aktivis organisasi pemuda, tetapi juga berperan dalam berbagai siaran radio sebagai pengasuh siaran anak-anak (1927-1962). Bahkan, ia juga piawai membatik. Sejak menikah namanya lebih dikenal dengan Ibu Soed.


Pesan Tersirat : Dunia anak adalah dunia kejujuran dan saat yang tepat menanamkan jiwa patriotisme dan Cinta tanah air

Check
dumber : tokohindonesia.com
Dapatkan informasi lain di web
Read More … Pencipta Lagu Anak-anak Indonesia

Rumah Pengasingan Bungkarno di Bengkulu

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Rumah Pengasingan 1938
Rumah Pengasingan Bung karno
Akibat usia dan minimnya rehabilitasi atau perbaikan kondisi rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Anggut Atas Kota Bengkulu sudah keropos 70 persen.

Rumah yang ditempati Bung Karno menjalani pengasingan 4 tahun di Kota Bengkulu pada 1938 hingga 1942 tersebut memiliki lima ruangan yaitu dua buah ruang tamu, dua ruang tidur dan sebuah ruang kerja Proklamator

"Perbaikan sangat mendesak karena material bangunan masih 90 persen asli dan sudah rapuh dimakan usia, 60 persen  material kayu layak diganti," kata Koordinator Juru Pelihara Benda Cagar Budaya (BCB) Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi Provinsi Bengkulu, Sugrahanudin.

akibat gempa yang berulangkali melanda Bengkulu dan sekitarnya mengakibatkan retak dan pengecatan terhadap dinding atau tembok perlu mendapat perhatian.

Sugrahanudin sebagai juru pelihara Rumah Bung Karno mengatakan usulan dana perbaikan sudah disampaikan ke BP3 Jambi tapi hingga saat ini belum ada kejelasan. Ia memperkirakan, jika tidak ada perbaikan dalam waktu dekat, rumah yang dibangun pada 1918 itu akan ambruk dalam satu tahun ke depan.

Sejumlah kusen atau tiang penyangga utama juga sudah lapuk dimakan rayap. "Jendela dipaku dan tidak dapat dibuka lagi karena jika dibuka langsung lepas," ujarnya.

Rumah pengasingan tersebut merupakan salah satu rumah termewah dengan sentuhan arsitektur gaya Eropa dan China pada masanya. Rumah yang pernah ditempati Bung Karno bersama istrinya milik seorang saudagar berdarah Tionghoa.

tingkat pengunjung ke rumah bersejarah itu masih tinggi. kata Sugrahanudin meski kondisi bangunan sudah keropos dan bisa ambruk sewaktu-waktu,

"Kami khawatir rumah ini roboh hingga menimpa pengunjung, tapi untuk menutup belum ada kajian dari ahli bangunan," katanya.


Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Rumah Pengasingan Bungkarno di Bengkulu

Boediono Wapres Ekonom

Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri
Prof. Dr. Boediono,M.Ec. (lahir di Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943; umur 66 tahun). Boediono beristrikan Herawati dan memiliki dua anak, Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan. Ia memperoleh gelar Bachelor of Economics (Hons.) dari Universitas Western Australia pada tahun 1967. Lima tahun kemudian, gelar Master of Economics diperoleh dari Universitas Monash. Kemudian pada tahun 1979, ia mendapatkan gelar S3 (Ph.D.) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania. Ia mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana tahun 1999 dan "Distinguished International Alumnus Award" dari University of Western Australia pada tahun 2007.
Boediono pertama kali diangkat menjadi menteri pada tahun 1998 dalam Kabinet Reformasi Pembangunan sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional. Setahun kemudian, ketika terjadi peralihan kabinet dan kepemimpinan dari Presiden BJ Habibie ke Abdurrahman Wahid, ia digantikan oleh Kwik Kian Gie.
Ia kembali diangkat sebagai Menteri Keuangan pada tahun 2001 dalam Kabinet Gotong RoyongRizal Ramli. Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Gotong Royong, ia membawa Indonesia lepas dari bantuan Dana Moneter Internasional dan mengakhiri kerja sama dengan lembaga tersebut[5]. Oleh BusinessWeek, ia dipandang sebagai salah seorang menteri yang paling berprestasi dalam kabinet tersebut. Di kabinet tersebut, ia bersama Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti dijuluki 'The Dream Team' karena mereka dinilai berhasil menguatkan stabilitas makroekonomi Indonesia yang belum sepenuhnya pulih dari Krisis Moneter 1998. Ia juga berhasil menstabilkan kurs rupiah di angka kisaran Rp 9.000 per dolar AS.
Ketika Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai presiden, banyak orang yang mengira bahwa Boediono akan dipertahankan dalam jabatannya, namun posisinya ternyata ditempati Jusuf Anwar. Menurut laporan, Boediono sebenarnya telah diminta oleh Presiden Yudhoyono untuk bertahan, namun ia memilih untuk beristirahat dan kembali mengajar. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan perombakan (reshuffle) kabinet pada 5 Desember 2005, Boediono diangkat menggantikan Aburizal Bakrie menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Indikasi Boediono akan menggantikan Aburizal Bakrie direspon sangat positif oleh pasar sejak hari sebelumnya dengan menguatnya IHSG serta mata uang rupiah. Kurs rupiah menguat hingga dibawah Rp 10.000 per dolar AS. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ juga ditutup menguat hingga 23,046 poin (naik sekitar 2 persen) dan berada di posisi 1.119,417, berhasil menembus level 1.100. Ini karena Boediono dinilai mampu mengelola makro-ekonomi yang kala itu belum didukung pemulihan sektor riil dan moneter.
Pada tanggal 9 April 2008, DPR mengesahkan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Burhanuddin Abdullah. Ia merupakan calon tunggal yang diusulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pengangkatannya didukung oleh Burhanuddin Abdullah, Menkeu Sri Mulyani, Kamar Dagang Industri atau Kadin, serta seluruh anggota DPR kecuali fraksi PDIP.


Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Boediono Wapres Ekonom

Kusbini dan Padamu negeri


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami
"Seluruh pelosok negeri nusantara pernah mendengar dan menyanyikan lirik indah sebuah lagu, Bagimu Negeri, yang diciptakan oleh Kusbini. Dia berhasil menciptakan lagu fenomenal yang tetap dikumandangkan hingga saat ini karena lagunya sanggup membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air Indonesia. Boleh dikatakan, ia termasuk salah satu pejuang kemerdekaan yang berjuang lewat karya dan lagu. " Seniman kelahiran 1 Januari 1910 di Desa Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur Adalah anak seorang menteri Kehutanan, sebagai seorang anak menteri maka Kusbini kecil selalu berpindah-pindah, dari pengalamannya berpindah-pindah tersebut yang ahkirnya melahirkan sosok Kusbini yang begitu perhatian dan menghiraukan akan nasib sesama. Semangat itu semakin tumbuh subur ketika Kusbini memasuki bangku sekolah yaitu H.I.S (1926) di Jombang. Terlebih ketika dia melanjutkan ke MULO dan di sekolah dagang S de Senerpont Domis, di Surabaya di mana Kusbini banyak berkenalan dengan para pejuang dan kaum cendekiawan yang berjuang digaris depan. Dengan banyaknya dia bergaul menyebabkan Kusbini menemukan jalan hidupnya yang cocok untuk mengekspresikan sebebas-bebasnya seluruh semangat perjuangan yang gemuruh dalam dadanya, yaitu di dunia musik yang dicintai sedari kecil memulai kariernya bersama Jong Indisce Stryken Tokkel Orkest (Jitso), sebuah kumpulan musik keroncong di Surabaya. Merasa belum puas dengan pengetahuan musik yang didapatnya secara otodidak, Kusbini mengikuti pendidikan musik Apollo di Malang. Sembari belajar, Kusbini yang mendapat julukan ‘buaya keroncong’ dari teman-temannya ini, terus tampil sebagai penyanyi keroncong dan pemain biola pada siaran Nirom dan Cirvo di Surabaya. Selain lagu Bagimu Negeri, Kusbini juga mengarang lagu bertemakan semangat kemerdekaan lainnya seperti Cinta Tanah Air, Merdeka, Pembangunan, Salam Merdeka. Selain itu, ia mencipta puluhan lagu keroncong, seperti Keroncong Purbakala, Pamulatsih, Bintang Senja Kala, Keroncong Sarinande, Keroncong Moresko, Dwi Tunggal, dan Ngumandang Kenang. Salah satu lagu keroncong yang bertemakan semangat kemerdekaan adalah Kewajiban Manusia. Lagu ini mengajak bangsa Indonesia untuk terus menggalang persatuan dalam mencapai kemerdekaan.

Dari berbagai sumber

Pesan Tersirat :Cinta tanah air dapat diwujudkan melalui seni

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Kusbini dan Padamu negeri

Dukung Voting KOMODO


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri

Dukungan masyarakat untuk memenangkan komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru (New 7 Wonder) makin meluas. Keterlibatan artis dan sejumlah pengusaha dalam kampanye penggalangan dukungan membuat vote untuk komodo melonjak tajam.
  
Tetapi tahukah anda kita kalah oleh sekedar kadal air malaysia? Ayo vote.. dukung agar bangsa ini masih memiliki kebanggaan
 
Info : PEROLEHAN SEMENTARA VOTE NEW7WONDERS (5 Besar) :
 
1. KADAL AIR (MALAYSIA)
- 46.643.507 suara sms
 
2. GAJAH HITAM (THAILAND)
- 43.976.151 suara sms
 
3. PULAU KOMODO (INDONESIA)
- 40.421.843 suara sms
 
4. BURUNG DEIL (AFRIKA)
- 34.800.619 suara sms
 
5. IKAN STEDDO (NEW ZEALAND)
- 27.617.994 suara/sms
 
Ayo Vote PULAU KOMODO..
Caranya : Ketik KOMODO kirim sms ke 9818. Saat ini sdh GRATIS sms utk semua Operator Seluler.
 
Penduduk Indonesia 240 juta. Hanya 1 org 1 sms saja kita sdh menang.
 
- Batas waktu tgl 11 Nov 2011
KURANG .09. Hari lagi . 
vote dan sebarkan


Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Dukung Voting KOMODO

Wakil Presiden RI dari Masa ke Masa


Amalkan Pancasila Mulai Diri Sendiri


No
Wakil Presiden
Mulai menjabat
Selesai menjabat
Partai
Presiden
Periode
1
Mohammad Hatta

Hatta-1.jpg
18 Agustus 1945
19 Desember 1948
PNI
Soekarno
1
Lowong
19 Desember 1948
13 Juli 1949
-
Syafruddin Prawiranegara(Ketua PDRI)
Mohammad Hatta
13 Juli 1949
27 Desember 1949
PNI
Soekarno
Lowong
27 Desember 1949
15 Agustus 1950
-
Soekarno(Presiden RIS)
Assaat(Pemangku Sementara
Jabatan Presiden RI)
Mohammad Hatta
15 Agustus 1950
1 Desember 1956
PNI
Soekarno
-
Lowong[1]
1 Desember 1956
22 Februari 1967
-
22 Februari 1967
27 Maret 1968
Soeharto(Pejabat Presiden)
27 Maret 1968
24 Maret 1973
Soeharto
2
2
Hamengkubuwana IX
Hbix.jpg
24 Maret 1973
23 Maret 1978
Nonpartisan
3
3
Adam Malik

Adammalik2.jpg
23 Maret 1978
11 Maret 1983
Golkar
4
4
Umar Wirahadikusumah

Umarwirahadi.jpg
11 Maret 1983
11 Maret 1988
Golkar
5
5
Soedharmono
Sudharmono2.jpg
11 Maret 1988
11 Maret 1993
Golkar
6
6
Try Sutrisno
Srisutrisno.jpg
11 Maret 1993
11 Maret 1998
Golkar
7
7
Bacharuddin Jusuf Habibie
Bacharuddin Jusuf Habibie official portrait.jpg
11 Maret 1998
21 Mei 1998
Golkar
8
-
Lowong[2]
21 Mei 1998
20 Oktober 1998
-
Bacharuddin Jusuf Habibie
8
Megawati Soekarnoputri

Vice President Megawati Sukarnoputri - Indonesia.jpg
20 Oktober 1999
23 Juli 2001
PDIP
Abdurrahman Wahid
9
9
Hamzah Haz

Hamzah Haz.jpg
26 Juli 2001
20 Oktober 2004
PPP
Megawati Soekarnoputri
10
Muhammad Jusuf Kalla

Jusuf Kalla.jpg
20 Oktober 2004
20 Oktober 2009
Partai Golkar
Susilo Bambang Yudhoyono
10
11
Boediono
20 Oktober 2009
Sedang menjabat
Nonpartisan



11




Pesan Tersirat :

Check

Dapatkan informasi lain di web
Read More … Wakil Presiden RI dari Masa ke Masa
 

Free Blog Templates

Blog Tricks

Easy Blog Tricks

bukan blog koruptor

perangi korupsi
dari dirimu sendiri
©  Grunge Theme Copyright by Paguyuban NASIONALIS Kab Malang | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks